10 November 2018

Penggunaan dan Pemanfaatan Styrofoam

Benarkah Styrofoam aman digunakan untuk kemasan makanan?
Bagaimanakah pemanfaatan Styrofoam untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan?


Sudah hampir setahun ini saya “musuhan” dengan Styrofoam, khususnya Styrofoam untuk pembungkus makanan. Kalau sedang tidak membawa pouch atau container makanan sendiri, saya lebih memilih pembungkus makanan yang terbuat dari kertas, kalau makanan basah terpaksa menggunakan pembungkus mika atau plastik. Semua serba dilematis, kertas walaupun lebih cepat penguraiannya tapi bahan bakunya terbuat dari pohoh, sedangkan plastik jelas akan lama terurai dan mengancam lingkungan.

Kenapa saya stop menggunakan Styrofoam sebagai pembungkus makanan? Karena mindset saya Styrofoam itu berbahaya dan akan berdampak terhadap kesehatan dan juga lingkungan. Namun, pemikiran saya tersebut dipatahkan, ketika Sabtu lalu (13/10) saya menghadiri sebuah acara Cooking in Style with Chef Vera Christiani, "How to Make Good Quality Take-Away Foods". Selain acara memasak, ada juga edukasi seputar Styrofoam bersama narasumber Ir. Akhmad Zainal Abidin, M. Sc., Ph.D (Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB di Program Teknik Kimia, Fakultas Teknik Industri) dan DR. Dianika Lestari ST. (Dosen program Teknik Pangan di ITB).

Narasumber;
Prof. Zainal dan DR. Ika
Cooking Class

Chef Vera Christiani merupakan finalis TOP 4 Master Chef Indonesia. Dalam acara Cooking in Style with Chef Vera Christiani, "How to Make Good Quality Take-Away Foods". Chef Vera berbagi resep masakan untuk para pesera dan tamu undangan yang hadir. Di sini Chef Vera juga memberikan tips bagaimana mengemas take-away food yang baik. Di sela-sela memasak ada juga obrolan hangat dan edukasi dengan para pakar di bidang industri dan pangan.

Styrofoam Aman untuk Membungkus Makanan

DR. Ika menjelaskan bahwa Styrofoam ini aman digunakan sebagai pembungkus makanan. Bukan hanya aman untuk makanan, Styrofoam juga menjadi pembungkus makanan yang mampu menyimpan suhu hangat dan dingin dengan baik. Bahkan, bahan Styrofoam ini dijamin keamanannya oleh BPOM dan FDA.


Apa yang paling ditakutkan oleh orang terhadap penggunaan Styrofoam? Orang beranggapan bahwa Styrofoam beracun dan dapat menyebabkan penyakit kanker. Menurut Prof. Zainal, secara ilmiah Styrofoam atau Polystyrene ini sudah teruji dan aman. Sebenarnya yang ditakutkan adalah bahan styrene yang memang bisa berbahaya, namun polystyrene ini tidak berbahaya karena memiliki pelapis yang aman. Polystyrene secara ilmiah memiliki batas yaitu antara 0 – 5 ppm, sedangkan styrene dinyatakan berbahaya jika sudah melebihi angka 5000 ppm. Di sini kita bisa melihat angka yang sangat jauh, maka  Polystyrene aman untuk kemasan makanan.

Penanggulangan Sampah Styrofoam untuk Menghindari Dampak Lingkungan

Prof. Zainal menjelaskan bahwa masalah pencemaran lingkungan itu tergantung manusianya. Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tidak memilah sampah yang menjadi masalah utamanya.

Apabila berbicara penguraian, tentu semua jenis bahan anorganik akan lama terurai secara alami. Namun untuk Styrofoam tenyata dapat diurai dengan thermal dan chemical dalam waktu singkat, Selain itu Styrofoam juga dapat didaur ulang. Prof. Zainal sudah membuat alat daur ulang Styrofoam dengan programnya yang bernama MASARO (Manajemen Sampah Zero). Styrofoam dengan berbagai sampah plastik lainnya didaur ulang menjadi BBM. Bahkan menurut beliau, di Indramayu, bahan bakar dari Styrofoam ini sudah mulai diminati.

Saya dan mungkin banyak dari kita memiliki pemahaman yang negatif mengenai Styrofoam. Ketika dijelaskan oleh pakar dari sisi keamanan dan lingkungan, jujur ini membuat saya mind-blowing. Dampak lingkungan juga yang selama ini menjadi hal yang paling dikhawatirkan. Namun, tenyata styrofoam memiliki nilai ekonomis.

Jika dibandingkan dengan kertas, Styrofoam justru hemat, karena kertas untuk pengemas makanan tetap harus dilapisi plastik. Untuk daur ulang kertas pembungkus makanan, plastik yang menempel pada kertas tersebut tetap harus dipisahkan terlebih dahulu dan ini memerlukan biaya lagi. Selain itu kertas diperoleh dari pohon.

Menurut Prof. Zainal, peraturan yang ada di Bandung tentang pelarangan Styrofoam ini sebetulnya hanya edaran, lebih kepada dampak lingkungan bukan karena ketidak amanannya sebagai pembungkus makanan.

Let's Make Sushi! 

Vito dan Chef Vera
Selain demo memasak, di akhir acara anak-anak yang hadir pun dilibatkan dalam kemeriahan acara. Mereka sangat bersemangat, tangan-tangan mungilnya cukup terampil. Setelah dicontohkan bagaimana teknik dan cara membuat sushi oleh Chef Vera, anak-anak antusias juga membuat kreasi sushi sesuai dengan style-nya masing-masing.

Making sushi is a lot of fun
Bahagia bisa menjadi bagian dalam acara ini, it’s a wrap! Ini benar-benar membuka mata dan pemikiran saya. Begitu luas ilmu pengetahuan berkembang, kita sebaiknya bukan jadi follower. Di sini yang harus bijak adalah kita, bijak menggunakan dan tetap harus memiliki kesadaran serta tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar.



Foto bersama lifestyle blogger dan food blogger
dalam acara Cooking in Style with Chef Vera Christiani
"How to Make Good Quality Take-Away Foods"


#KemasanMakananStyrofoam #StyrofoamAman


24 comments:

  1. Aku mah bandel da, pas dibilang styrofoam bahaya, aku teteup make, alasannya kalau memang bahaya kenapa masih dijual bebas? pastinya akan ditarik dari pasaran khan kalau memang bahaya, hehehe.eh alhamdulillah aman geuningan

    ReplyDelete
  2. Saya pun menghindari penggunaan styrofoam terlalu banyak. Kalau bisa bawa wadah sendiri tentu akan lebih baik. Kalau di Jakarta, tempat mana ya untuk menyalurkan sampah styrofoam?

    ReplyDelete
  3. Aku juga menghindari penggunaan styrofoam, kalau masih bisa bawa wadah sendiri ya bawa. Tapi kenapa styrofoam nggak ditarik aja ya kalau memang berbahaya? Dijual kan karena lebih murah dan buat pedagang2 lebih mudah menaruh makanannya. Ini campaign styrofoam aman harus bisa lebih gencar lagi kalau memang untuk meningkatkan awreness masyarakat.

    ReplyDelete
  4. Nah..ini dia yg sempat jadi bahan kegalauan ya, tentang Styrofoam pbungkus makanan. Ternyata aman. Alhamdulillah..

    ReplyDelete
  5. Kalau aku pakai styrofoam kalo pas lagi butuh banget. Aku lebih suka pakai daun pisang untuk tempat makanan. Kalau tidak daun pisang ya diganti dengan daun jati. Harap maklum ya. Orang kampung soalnya. Hehehe.

    ReplyDelete
  6. Kemarin-kemarin antara takut pakai styrofoam tapi tetep bandel make, aku merasa styrofoam ini lebih higienis dan praktis dibanding kertas bungkus. Ternyata dia nggak sejahat opini yg selama ini beredar yaa.. aman laah :))

    ReplyDelete
  7. Wah aku malah baru tahu nih kalau styrofoam ini sudah diakui oleh BPIM ya. Trus emmang bener kalau bisa untuk menjaga suhu makanan panas ataupun dingin :)

    ReplyDelete
  8. aku sampai sekarang masih pakai sterofoam juga. lebih praktis sih menurutku, ketimbang mika plastik.

    ReplyDelete
  9. Styrofoam memang sebetulnya praktis. Tetapim karena ada isu gak ramah lingkungan makanya suka jadi ragu kalau mau pakai styrofoam. Senang kalau ada informasi dari 2 sisi begini

    ReplyDelete
  10. Aku kadang masih pake styrofoam buat wadah2 makanan, meskipun nggak sering.

    ReplyDelete
  11. Wah, saya awam dan selama ini nganggep bahaya juga lho Mbak. Ternyata nggak ya? Banyak masyarakat yang juga masih sepemahaman nih tentang styrofoam yang katanya bahaya buat makanan.

    ReplyDelete
  12. Semakin tercerahkan soal styrofoam. Terimakasih atas infonya ya

    ReplyDelete
  13. Aku lagi belajar buat reuse styrofoam ini. Kepengen banget deh memanfaatkannya dengan baik. Biar sampahnya bisa berkurang

    ReplyDelete
  14. jadi tau lebih banyak ya sekarang Zia tenting styrofoam...dengan teknologi canggih sekarang pengolahannya jadi lebih baik

    ReplyDelete
  15. Saya juga akhirnya bisa jelaskan bahwa ga semua styrofoam itu buruk buat makanan.

    ReplyDelete
  16. Jadi nambah informasi bagi kita semua ya kalau styrofoam bisa diolah dengan baik

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah kalo sekarang amab ya mba, baca berita-berita tuh bikin takut dengan kangker

    ReplyDelete
  18. Ah iya, aku jadi ingat ketika booming berita kalau styrofoam ini bahaya untuk lingkungan dan kesehatan. Pada saat itu aku pun jadi unsecure kalau ada yang bungkus makanan pake styrofoam. Ternyata enggak seperti itu ya kenyataannya. Kandungan dalam styrofoam masih aman. Tidak berbahaya bagi lingkungan asal pengolahan limbahnya diatur dengan benar sejak dari buang sampahnya udah dipisah dulu dengan limbah organik.

    ReplyDelete
  19. Dulu anggapan saya juga begitu. Styrofoam itu berbahaya untuk makanan dan juga lingkungan.
    Ternyata itu hanya rumor saja ya...yang penting kita bisa mengelola sampahnya dengan baik.

    ReplyDelete
  20. Asik yaa...acara blogger yang kek gini asik banget niih...
    Lengkap.

    Melibatkan anak dan Ibu, dapet ilmu pengetahuan pulaa..

    ReplyDelete
  21. Asikk jadi tahu ya sterefoam berbaya atau ga. Kalau ditempatku masih banyak yanng make daun pisang dan jati buat pwmbungkus. Kalo di kota besar barulah.

    ReplyDelete
  22. wah wah wahhh ternyata ada kesalahpahaman diantara kitaaa yaa hiksss. betul mba aku juga pas mengurangi styrofoam tuh dilema mau pake plastik tapi begitu, mau pake kertas tapi begini dah pake piring ajadah. izin share link blognya ya mba, supaya temen-temen aku yang salah paham juga ikut tercerahkan ghehe

    ReplyDelete
  23. informatif dan bermanfaat.
    thank you for sharing

    ReplyDelete