28 October 2016

Kondisi Pertanian di Indonesia Saat Ini


Saya tinggal di pinggiran kota yang mana dulu itu banyak sawah yang bisa saya jumpai tidak jauh dari rumah. Ingat sewaktu kecil saya sering main ke sawah, bermain lumpur atau mencari keong sawah yang dalam istilah Sunda disebut tutut. Berlarian di jalan setapak diantara persawahan yang hijau  dan ikut menyaksikan para petani ketika mereka mulai menanam sampai memanen padi yang sudah menguning.

Sekarang saya tidak bisa menemukan lagi persawahan di dekat rumah saya, semua lahan perlahan hilang dan disulap menjadi area perumahan dan pembangunan. Sudah tidak bisa lagi menikmati keindahannya atau menurunkan kenangannya ke anak saya, semua tinggal cerita.

Ya, Indonesia dikenal dengan negara agraris, negara dengan sektor pertanian yang luas dan besar. Namun amat disayangkan, saat ini semua itu tidak sejalan dengan kenyataan. Pertanian di Indonesia semakin memprihatinkan. Diketahui bahwa Indonesia adalah produsen beras terbesar ke-tiga setelah China dan India, namun Indonesia belum bisa memenuhi kebutuhan berasnya sendiri, ini diakibatkan oleh banyak aspek. Bahkan Indonesia masih harus mengimpor beras dan hasil pertanian lainnya untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya.

Aspek-aspek tersebut antara lain adanya pertumbuhan pemukiman perumahan dan juga pembangunan yang menjadikan area persawahan di banyak daerah di Indonesia semakin berkurang. Ditambah faktor pergeseran cuaca yang tidak menentu, kualitas benih padi, pupuk, dan adanya gagal panen. Hal inilah yang menjadikan usaha pertanian indonesia mengalami penurunan yang drastis.

Harus dicari langkah dan solusi, kalau tidak Indonesia yang dikenal dengan negara agraris lama-lama akan terkikis. Saya berharap pertanian di Indonesia akan bangkit kembali untuk kemakmuran rakyat dan warisan berharga generasi penerus bangsa. 

10 comments:

  1. Amin,,amin semoga pertanian Indonesia kembali bangkit.

    ReplyDelete
  2. mereka yang kuliah di bidang pertanian pun ENGGAN untuk bekerja di bidang pertanian, namun harapan itu masih ada....
    salam kenal Mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang sekali ya, mas. Semoga harapan itu bisa terwujud. InsyaAllah. Aamiin.

      Salam kenal juga,
      :)

      Delete
  3. Kalo di jogja digusurnya buat bangun hotel. Hotel menjamur banget di Jogja. Jadi macet macet macet dan gak hijau hijau kayak dulu lagi aku sedih 😩

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya sedih banget pertama kali ke Jogja pas masih sekolah. Sekarang beda banget. Huhuhu. Puk-puk mbak Ges.

      Delete
  4. Kita mesti cari solusinya sama-sama, biar pertanian pun petani Indonesia bisa kembali sejahtera, pembahasaan yang menarik, mbak.

    Salam,
    Syanu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih.
      Betul mas Syanu, semoga geliat pertanian Indonesia bisa kembali bangkit. Aamiin

      Delete
  5. Hadeeeh iya nih mba, pembangunan buas bngt ya. Padahal drpd sibuk mikirin daerah yg udah maju coba deh mikirin daerah yg masih ketinggalan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah mba Amanda. Banyak yang masih tertinggal daerahnya. Tapi moga pertanian kita ngga tergeser ya.

      Delete