Skip to main content

Tentang Vito dan Jamu Gendong

Kita pastinya sangat familiar dengan jamu tradisional, ini merupakan salah satu minuman tradisional untuk kesehatan khas Indonesia yang hingga kini masih banyak diminati. Dulu, saya suka menunggu mbak jamu gendong lewat di depan rumah, jamu yang paling saya suka adalah beras kencur. Jadi, pertama kali saya dikenalkan dengan minuman jamu ya rasa beras kencur ini. Mbak jamu bilang beras kencur sehat. Menurut saya, mbak jamu gendong sangat berjasa mengenalkan jamu ke semua usia dan kalangan / lapisan masyarakat. Saat ini pengemasan jamu sudah banyak yang modern bahkan armadanya pun sudah memakai sepeda motor, namun bagi saya mbak jamu gendong itu bagaikan legend

Sore itu, setelah saya menjemput Vito dari sekolah, kita mampir di sebuh rumah makan. Sambil menunggu makanan selesai Vito duduk-duduk di bangku depan. Tiba-tiba, Vito memanggil saya "Bunda, aku mau jamu." Saya pun heran, jamu dari mana di tempat seperti ini. Ternyata Vito memang melihat mbak jamu gendong yang sedang lewat di depan rumah makan. Setelah meminta izin saya, Vito pun memanggil, "Mbak jamu, aku mau beli!" Teriakan Vito membuat mbak jamu mempercepat langkah kakinya untuk mendatangi Vito. Mbak jamu langsung bertanya mau jamu apa? Saya sengaja duduk agak jauh dan tidak mendekat, saya lihat Vito memesan jamu beras kencur dan kunyit. Lalu Vito meminta uang kepada saya dan langsung membayarnya, untuk segelas kecil jamu hanya Rp. 3000 rupiah. Sehat dan murah.

Jadi menurut si mbak jamu dan dari beberapa sumber / jurnal kesehatan, beras kencur dan kunyit ini memiliki khasiat untuk meningkatkan nafsu makan, baik untuk dinding lambung, mengobati maag, bisa menghilangkan cape dan pegal, meredakan nyeri, analgesik, meredakan batuk, obat sariawan, untuk radikal bebas,  menurunkan kolesterol, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.

Jadi dari Vito usia 2 tahun sudah familiar dengan per-jamu-an. Bisa mencegah penyakit dan menjaga stamina tubuh secara alami. Di rumah kita punya langganan mbak jamu, si mbak sudah jadi langganan saya sejak kelas 1 SD dan sekarang dilanjutkan oleh Vito. Si mbak masih terlihat sama dan kuat. Setiap hari berjalan berkilo-kilo meter dengan menggendong jamu yang beratnya belasan kilo. Vito jika melihat jamu gendong dimana pun, pasti langsung mau. Ini juga jadi salah satu ramuan alami kalau Vito lagi sakit.

Saya memilih memberikan Vito jamu beras kencur, kunyit, dan madu jika sedang sakit. Alhamdulillah seperti flu, batuk, gangguan pencernaan, atau penyakit ringan lainnya cepat sembuhnya dengan terapi ramuan alami. Walaupun alami, tetap ada batasan untuk konsumsi jamu. Vito tidak lantas meminumnya setiap hari. Segala macam yang berlebihan pastinya tidak baik, bukan?  😊

Comments

  1. Hebat nih Vito. Tante dong, umur segini masih heboh aja kalau minum jamu. Takut pahitlah, takut itulah...hahahah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Tante, aku suka jamu, tapi kalo yang pait ga suka juga. Udah aja tante Andy minum jamunya kayak aku yang beras kencur kunyit. Hehehehe

      Delete
  2. VITO KERENNN..
    Jamu bukan tradisi orang Flires sih.. Jadi minum jamu aja pas kuliah..
    Tapi kunyit emang banyak manfaatnya salah satunya juga sebagai antibody alami..
    Aku sering munum kunyi campur madu hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang terpercaya banget ya yang alami-alami gini aku lebih suka. Kunyit asem, sama kunyit madu bagus buat daya tahan tubuh dan pencernaan. :)

      Delete
  3. Vito pinterrr :*
    Disini yg jualan jamu gini susah nemuuu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di sekitar rumah kita masih banyak jamu gendong yang suka lewat, mba. hehehe

      Delete
  4. Wah, hebat ya si Vito. Nggak semua anak suka jamu soalnya Mbak :) bener2 bikin stamina terjaga ya. Selain alami memang sungguh menyehatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbaaa, karena biasa itu kali yah jadi suka. Sehat dan murah. Hehehehe

      Delete
  5. anak2ku dulu suka minum jamu
    karena untuk anak2 jamunya dimasukin plastik kecil panjang, terus ditarik2 sama mbaknya sampai jadi bentuk menarik
    jadi orang2an

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, aku juga pernah liat ada mba jamu yang bikin plastik jamunya dibentuk orang, setelah ditarik panjang dikasih tangan dan kaki, atau jadi kayak kalung. Ini biar anak tertarik minum jamu sepertinya. hihihi

      Delete
  6. Replies
    1. Iya yah pasti lama banget mba ga coba jamu tradisional gendong. Bentar lagi pulang ke Indonesia nanti bisa terobati kangennya ya, mba. hehehe

      Delete
  7. heheheh Kalau jamu gendong ya takut juga saya waktu kecil Iya takut sama rasa pahitnya itu. Biasanya sih beras kencur aja, dan itupun sudah pake minum yang manis manis juga hiehiehiheie

    ReplyDelete
  8. Zia post-an kamu ini jadi Inget jaman dulu masi kecil suka ikut mnum jamu kalau ada mbok jamu lewat depan rumah :) Vito pinter ya mau ikutan minum jamu ^_^

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Buah sebagai Camilan Sehat

sumber gambar Membiasakan pola hidup sehat salah satunya adalah dengan memerhatikan asupan makanan yang kita konsumsi. Hal yang sederhana dan enak untuk memulai hidup sehat bisa dengan camilan buah segar. Buah-buahan memberikan banyak manfaat pada kesehatan tubuh. Kita bisa membuat berbagai camilan sehat yang berbahan buah-buahan. Tahukah bahwa orang yang makan lebih banyak buah dan sayur memiliki penurunan risiko penyakit kronis? Buah-buahan dapat memberikan nutrisi penting bagi pemeliharaan tubuh. 

Sosialisasi Literasi Media Digital

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai literasi media, mari kita simak apa definisinya secara umum, literasi media merupakan kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media (Livingstone, 2004). Saat kita perlu memahami lebih dalam mengenai literasi media khususnya yang berbasis digital. Terlebih generasi muda kita sudah sangat dekat dengan teknologi digital yang sudah berkembang pesat. Sebagai orang tua tentu kita tidak boleh ketinggalan atau kehilangan langkah kita dalam mengikuti perkembangan zaman. Anak harus tetap dalam pengawasan dan pendampingan kita dimana pun kita berada.