05 May 2017

Jangan Beli 4 Jenis Oleh-oleh Ini Saat Liburan di Batam!

Batam adalah kota terbesar di Kepulauan Riau. Ada banyak lokasi yang bisa dijadikan tujuan wisata, selain itu Batam juga biasa menjadi tempat transit sebelum menyebrang ke Singapura. Sesuai dengan semboyannya bahwa kota Batam ini terwujud sebagai bandar dunia madani yang modern dan juga menjadi andalan pusat pertumbuhan perekonomian nasional.

Di Batam terdapat berbagai pilihan menarik untuk dijadikan buah tangan. Memang jika kita berlibur atau bepergian ke suatu tempat rasanya kurang lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh saat pulang. Meskipun tidak wajib, biasanya selalu ada keinginan untuk berbagi kepada teman atau saudara di rumah. Bahkan sering kali oleh-oleh menjadi hal pertama yang ditanyakan sepulangnya kita dari liburan.

(sumber : detaksumut.com)
Pilihan oleh-oleh bisa beragam seperti gantungan kunci, makanan khas daerah setempat, baju serta aksesori, dan sebagainya adalah barang-barang yang sering dijadikan buah tangan. Bebas saja sebetulnya, asal bujet mencukupi. Meski begitu, ada 4 jenis barang yang sebaiknya tidak kita beli atau jadikan oleh-oleh saat liburan, yaitu:

1.     Aksesori dari Batu Karang
Di tempat wisata bertema laut biasanya banyak dijumpai pedagang yang menjajakan aneka souvenir dari kayu, batu, plastik, sampai terumbu karang. Nah, khusus yang terakhir, sebaiknya jangan jadikan aksesori ini sebagai oleh-oleh. Pembuatan souvenir dari batu karang tentu saja melalui proses perusakan lingkungan. Kita tentu tak mau, kan, dituduh menjadi salah satu penyebab rusaknya eksosistem laut yang cantik dan kaya itu?

2.     Tanduk Rusa dan Gading Gajah
Meskipun memiliki nilai seni tinggi, suvenir semacam tanduk rusa, tas kulit buaya, dan gading gajah tetap tidak patut kita masukkan ke daftar belanja oleh-oleh. Umumnya, pemburu melakukan perburuan hewan-hewan ini secara ilegal, lalu mengambil tanduk, kulit, atau gadingnya. Seperti sudah diketahui, hewan-hewan ini adalah jenis satwa langka yang perlu dilestarikan keberadaannya. Tidak membeli berarti ikut menyukseskan program pemerintah dalam perlindungan satwa. Yuk, jaga mereka dengan tidak membeli bagian tubuhnya.

3.     Cangkang Kura-Kura
Sekarang ini banyak penjual suvenir yang memajang cangkang kura-kura sebagai barang dagangan, padahal kura-kura adalah hewan yang sangat dilindungi pemerintah Indonesia. Umumnya cangkang diperoleh dengan menangkap dan membunuh kura-kura. Tentu saja karena alasan “seni”. Tidak heran kalau harga souvenir jenis ini sangat mahal. Namun, alangkah baiknya kalau kita memilih oleh-oleh lain yang jauh lebih ramah lingkungan untuk dibawa pulang. Setuju?

4.     Binatang yang Diawetkan
Selain kulit dan bagian tubuhnya, binatang juga biasanya diawetkan dengan bahan khusus untuk kemudian dijual sebagai suvenir. Kupu-kupu, serangga, serta bintang laut adalah binatang yang paling sering ditemukan di kios oleh-oleh dekat tempat wisata. Meskipun terlihat cantik, menjadikan mereka sebagai oleh-oleh dengan mengawetkannya bukanlah hal yang bijak. Kelestarian alam jauh lebih penting dari sekadar menyenangkan saudara di rumah dengan oleh-oleh, kan?

Lalu, apa saja sih barang yang aman dijadikan oleh-oleh?

1.     Kerajinan Tangan
Biasanya penduduk sekitar punya usaha membuat kerajinan tangan khas yang ramah lingkungan, mulai dari aksesori, kain, pakaian, dan lain-lain. Barang-barang seperti ini bisa jadi alternatif bagi kita yang ingin membawa buah tangan tanpa takut merusak lingkungan.

2.     Makanan Khas
Pulang pelesir tak lengkap rasanya kalau tidak membawa makanan khas sebagai oleh-oleh. Selain murah, makanan khas biasanya lebih disukai karena ada nilai “kedekatan” khusus dengan suatu tempat.

Itu dia panduan membeli oleh-oleh yang bisa Anda praktikkan. 

Oya, jika berkunjung dan sedang mencari hotel murah di Batam, kota dengan banyak wisata pantai cantik, cobalah mengakses Airy Rooms bisa langsung dari ponsel. Hotel ini bisa jadi rekomendasi tempat menginap yang terjangkau.



Airy Rooms merupakan jaringan hotel terbesar di Indonesia yang siap memanjakan tamunya dengan aneka fasilitas, ada TV layar datar, WIFi gratis, shower air hangat, peralatan mandi, kamar yang bersih dan ber-AC, air minum, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ayo, rencanaka liburan sekarang! 😊

36 comments:

  1. 4 oleh-oleh terlarang ya ini judulnya. Hihi. Alhamdulillah aku gak suka sama benda-benda macam gitu mbak. Mendingan beli makanan khas, lebih berkesan meskipun cepet habisnya :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya oleh-oleh yang harus kita hindari, mba. Hehehe Aku juga sama suka kuliner khas daerah. :)

      Delete
  2. Klo aku..paling suka klo ke tempat wisata belinya kaos mb..awet..😀 klo model makanan...seringnya kecewa..klo beli di toko oleh2 gitu seringnya dapat stok lama.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, ini juga ide yg oke mba. Kaos-kaos tempat wisata gitu bagus juga buat diburu bisa kepake lama. Kalo cari ke toko oleh-oleh makanan memang wajib teliti tanggal kadaluarsanya, kadang suka ada pedagang nakal.

      Delete
  3. Setuju deh dengan 4 oleh-oleh yang tidak boleh dibeli itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh Chi, ga boleh masik ke daftar belanjaan oleh-oleh. Hehe

      Delete
  4. Kalo aku nyarinya daster atau makanan Mba', haha.
    Tapi emang yang terlarang ini nggak usah dibeli ya, biar berhenti produksinya, kan kasihan hewan-hewannya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Daster ini memang juara banget di hati emak-emak, pakaian paling nyaman buat santai di rumah. Semakin lama semakin enak dipakai ya mba. Hehehe

      Kebanyakan hewan-diatas diburu untuk kepuasan manusia tapi kita tanpa sadar merusak ekosistem.

      Delete
  5. oh begitu ya, aku paling suka cari makanan khas tempat yang aku kunjungin dan kerajinan tangannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Tira aku juga lebih milih makanan sama kerajinan khas daerah yang aku kunjungi. :)

      Delete
  6. Bener banget, mending beli kerajinan tangan yang emang proses pembuatannya tidak merusak ekosistem laut di batam,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kerajinan tangan lebih punya nilai seni yg tinggi dan bisa juga memanfaatkan barang daur ulang untuk menjaga lingkungan dari limbah yg bisa merusak.

      Delete
  7. yaap betul banget mbak Zia. Untuk menghentikan tindakan merusak ekosistem salah satunya adalah memutus tali perdagangannya. salah satunya adalah kita sebagai pembeli. karena pedagang tidak akan jualan kalau kita tidak membeli...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul mba. Semoga semakin banyak masyarakat yang sadar akan kelangsungan ekosistem dan kelestarian alam.

      Delete
  8. ini saya setuju banget!!! nggak jarang lho orang yang bawa oleh-oleh kulit binatang, suvenir cangkang bahkan hewan yang diawetkan. Ngeliatnya aja ngilu. Mending oleh-oleh itu gantungan kunci, kaos atau apa gitu yang emang bisa dipake

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, souvenir yang punya nilai guna kayak kaos atau gantungan kunci bisa dijadikan oleh-oleh pilihan.

      Delete
  9. Setuju banget Mba. Di mana-mana juga jangan beli oleh2 itu ya Mba. Hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, ini cakupannya luas. Oleh-oleh yang mesti dihindari. :)

      Delete
  10. walah itu dari binatang semua yang dilarang ternyata, aku sepakat klo gitu mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan memang binatang diatas ada yg memburu. Mudah-mudahan banyak masyarakat yg sadar ya.

      Delete
  11. Saya juga kalau ke suatu tempat sukanya cari oleh2 makanan. Apalagi oleh2 makanan yang ngehits. Kalau jalan2 juga sukanya wiskul. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok banget mba, berburu kuliner dan makanan yang lagi ngehits di daerah itu pilihan buat tangan yang oke.

      Delete
  12. Iiihh... Tega banget tu orang ya, bunuh kura2 trus ambil cangkangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suka ada aja oknum yg sengaja memburu kura-kura untuk dipelihara, diambil dagingnya, dan cangkangnya dipakai hiasan. :(

      Delete
  13. di Batam sendiri sebenarnya agak jarang mbak ditemukan jenis oleh2 diatas, semoga pengunjung bisa menghindari membelinya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul ka, jarang ditemukan. Tapi kadang ada yg nekat jual ngga hanya di sana, ini banyak terjadi di daerah wisata pantai. Iya, semoga kita jadi pembeli yg bijak, ya. :)

      Delete
  14. Kejam ya, Kalo masih ada yang memburu hewan langka untuk dijadikan oleh oleh. Semoga nggak ada lagi perburuan hewan begitu ya. Salam kenal mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan semakin banyak yang lebih sadar lingkungan dan lebih melestarikan ekosistem ya, mba.

      Delete
  15. Wah kejam juga dengan alasan seni, binatang yang jadi korbannya. HUHUHU

    www.extraodiary.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, sedih kalau masih ada yang berpikiran seperti itu ya. :(

      Delete
  16. saya mah mending makanan aja deh :D

    ReplyDelete
  17. Replies
    1. Yup, kalau dibiarkan jadi teancam punah. :(

      Delete