Skip to main content

Kemampuan Membaca pada Anak


Pernah kah menemui kesulitan si kecil susah membaca? Kalau saya memang mengalaminya. Di usia 7 tahun, anak saya belum lancar membaca. Jadi terkadang orang tua lain yang tidak mengerti akan sedikit 'heran', mereka mengerutkan dahi dan beranggapan untuk apa cari sekolah bagus, tapi anaknya belum bisa membaca. 

Orang tua seperti itu yang perlu diedukasi. Kita tidak perlu marah, dendam, atau sakit hati, cukup memberi mereka pengertian, penjelasan dibarengi dengan senyuman. Kita jelas tahu bahwa kemampuan membaca setiap anak berbeda.

Dari dulu anak saya sering saya kenali dengan buku, namun ia lebih suka diceritakan dan lebih tertarik dengan gambar dan angka. Sampai di kelas 1 SD kemampuan membacanya mengalami perubahan dan sekarang duduk di kelas 2 kempampuannya sudah lebih baik. Tidak ada anak yang bodoh, karena setiap anak memiliki kecerdasannya masing-masing.

Sampai sekarang saya masih berusaha melancarkan anak saya dalam hal membaca. Ternyata dengan seringnya membaca teks pendek atau tutorial berbahasa Inggris baik dalam games atau acara televisi membuat anak saya lebih cepat membaca tulisan berbahasa Inggris. Ketika dihadapkan dengan tulisan bahasa Indonesia maka processing-nya sedikit lebih lama mengolah. Saya setuju bahwa cara mengajari anak membaca dengan mudah adalah dengan membiasakan, namun proses pencapaian seorang anak menguasai kemampuan membaca tentu berbeda

Kalau saya boleh menarik pengertian secara harfiah, membaca ini merupakan aktivitas yang diterjemahkan melalui simbol, huruf, kata-kata dan kalimat yang memiliki arti. Tujuan utama dari membaca adalah untuk dapat memahami materi tertulis, mengevaluasi, dan menggunakannya untuk pemahaman dengan berbagai penyampaian.

Untuk membaca, seseorang harus mengikuti urutan karakter yang disusun dalam urutan spasial tertentu. Misalnya, bahasa Indonesia dan Inggris mengalir dari kiri ke kanan, bahsa Arab dan brani dari kanan ke kiri, dan Cina atau Jepang dari atas ke bawah. pembaca harus mengetahui pola dan menggunakannya secara konsisten. Biasanya, pembaca melihat simbol-simbol pada halaman, transmisi gambar dari mata ke otak, tetapi membaca juga dapat dicapai dengan sentuhan, seperti dalam sistem Braille, metode pencetakan yang dirancang untuk orang yang tidak bisa melihat dengan menekan titik-titik.

Kesiapan Membaca

Tahap awal kesiapan membaca meliputi keterampilan yang biasanya anak-anak dapatkan sebelum mempelajarinya secara formal. Anak-anak memperoleh pengetahuan bahasa, mereka belajar bahwa kata-kata yang diucapkan terdiri dari suara yang terpisah dan bahwa kata-kata dapat mewakili suara-suara. Orang tua dapat membantu dalam proses membaca untuk anak-anak, menunjukkan kata-kata dan huruf, dan membuat mereka menyadari bahwa kata-kata dalam sebuah buku dapat menceritakan sebuah kisah atau memberikan informasi. Bermain dengan bahasa tampaknya membantu anak-anak memusatkan perhatian mereka pada suara kata-kata serta pada maknanya.

Kemampuan Awal membaca

Di kelas pertama, anak-anak mulai mempelajari bacaan bisa dengan kertas yang dicetak untuk kata-kata mereka ketahui. Beberapa sekolah memilih metode membaca buku pelajaran mengajarkan anak untuk mengenali seluruh kata dan menekankan makna dalam teks. Lainnya menekankan studi tentang phonics, yaitu suara yang diwakili oleh huruf dan pengembangan keterampilan kata-kata. Hampir semua program saat ini menggabungkan kedua teknik. Penelitian telah menunjukkan bahwa melatih kemampuan awal dengan phonics sistematis menghasilkan prestasi membaca yang tinggi, setidaknya sampai kelas tiga. 

Di kelas SD awal, anak-anak membaca cerita dan pilihan yang mengandung kata-kata umum. Dengan latihan, sebagian besar anak-anak membaca dengan meningkatkan kefasihan dan pemahaman. Tingkat membaca yang berbeda di kelas dapat menyebabkan pengelompokan pembaca atau bahkan untuk pendekatan individual yang menyesuaikan instruksi dengan kemampuan masing-masing pembaca. Seperti yang saya jelaskan di awal bawa kemampuan membaca setiap anak berbeda.

Kesulitan Membaca

Dari 10 sampai 15 persen  anak memiliki kesulitan dalam membaca, kemampuan membaca mereka jauh di bawah kemampuan mental. Sejumlah kecil anak-anak ini dapat ditemukan memiliki ketidakmampuan belajar. Kebanyakan profesional cenderung menggunakan istilah kecacatan membaca dengan melihat perbedaan yang signifikan, terlepas dari penyebabnya. Ketidakmampuan belajar istilah digunakan untuk merujuk pada perbedaan yang tidak disebabkan oleh cacat penglihatan, pendengaran, atau motorik, keterbelakangan mental, atau gangguan emosional, melainkan oleh kesulitan neurologis yang dikenal dengan disleksia. Perlu seorang ahli untuk menangani hal ini. Anak disleksia kebanyakan merupakan anak yang sangat cerdas, hanya dibutuhkan penanganan khusus untuk melatih kemampuan membaca sampai benar-benar bisa menguasai.

Comments

  1. Cung, pernah Mbak. Anakku masuk SD dan belum bisa membaca. Khawatir juga. Tapi eh ternyata, sebulan kemudian langsung lancar. PAdahal aku ngajarinnya nggak keburu juga. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, udah dapat celahnya biasanya anak langsung melesat. Kalo belum waktunya mau kita paksa juga percuma. Untuk calistung, biasanya setelah anak siap bisa cepet progressnya. hehe

      Delete
  2. Marwah lancar baca pas kelas 1 semester 2. Alhamdulillah sekarang lancar banget dan suka baca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Vito baru kelas 2 bisa baca, harus lebih sering berlatih biar tambah semangat bacanya.

      Ahhh keren banget neng Marwah. Pinter dan sholehah ya, nak. :*

      Delete
  3. kemampuan masing2 anak berbeda2, yg penting kita sebagai ortu jgn pernah memaksa anak, nanti malah mogok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Santi, kita jangan sampe memaksa anak. Tahap perkembangan anak sesuai dengan tahapan usianya. :*

      Delete
  4. yang penting mereka menikmati proses membacanya dulu mbaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Indah, alon-alon asal kalkon. Beneran dinikmati prosesnya. :*

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sosialisasi Literasi Media Digital

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai literasi media, mari kita simak apa definisinya secara umum, literasi media merupakan kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media (Livingstone, 2004). Saat kita perlu memahami lebih dalam mengenai literasi media khususnya yang berbasis digital. Terlebih generasi muda kita sudah sangat dekat dengan teknologi digital yang sudah berkembang pesat. Sebagai orang tua tentu kita tidak boleh ketinggalan atau kehilangan langkah kita dalam mengikuti perkembangan zaman. Anak harus tetap dalam pengawasan dan pendampingan kita dimana pun kita berada.

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Liburan Bersama Keluarga ke Pelabuhan Ratu

Palabuhanratu atau yang biasa kita sebut dengan Pelabuhan Ratu adalah salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat. Beberapa waktu lalu saya dan keluarga besar berlibur ke Pelabuhan Ratu, ini adalah salah satu objek wisata yang menawarkan berbagai keindahan alam dari mulai pesona pantainya, spot scuba diving , pemandian air panas, hingga goa kelelawar yang eksotis. Perjalanan panjang kami tempuh dari Bandung sampai ke Sukabumi. Alhamdulillah perjalanan terbilang cukup lancar walaupun cuaca agak mendung dan sempat hujan. Jarak Bandung - Sukabumi (Pelabuhan Ratu) sekitar 150 KM.