Skip to main content

Peluang Usaha Peternakan Sapi di Indonesia


Indonesia adalah negara yang masyarakatnya banyak bergerak di bidang peternakan. Bukan hanya melakukan pengembangbiakan, namun budidaya hewan ternak pun dilakukan untuk mendapatkan berbagai manfaat dari kegiatan berternak. Terdapat dua golongan hewan ternak; hewan besar seperti sapi, kuda, kerbau, kambing, dan lain sebagainya, serta hewan ternak kecil diantaranya kelinci, ulat sutera, berbagai jenis unggas, dan masih banyak lagi. Dengan iklim yang mendukung, disertai sumber pakan yang melimpah, Indonesia merupakan negara yang sangat cocok untuk bidang peternakan ini. Salah satunya adalah usaha peternakan sapi yang mana memiliki peluang yang cukup besar.
Saya memiliki seorang teman yang terbilang sukses bergelut di bidang peternakan sapi. Saya mengenalnya melalui salah satu komunitas besar Indonesia yang bergerak di lini sosial dan masyarakat yaitu komunitas Sruduk Follow di portal media sosial twitter. Dalam beberapa kesempatan saya sering berbincang dengan beliau. Kali ini saya mencoba melakukan wawancara seputar peternakan yang beliau jalankan.

Beliau adalah pa Eka Budhi Sulistyo atau yang saya kenal dengan sebutan Ekabees. Banyak ilmu yang banyak beliau berikan. Berikut adalah ulasan yang sarat ilmu dan makna bersama pa Eka tentang usaha peternakan yang beliau geluti. Bidang peternakan ini diawali dari kesukaan dan kesenangannya terhadap ternak sejak kecil, saat beliau sering berkunjung ke desa tempat kelahiran orangtuanya di Pacitan, Jawa Timur. Hal ini pun didukung dengan tambahan keilmuan yang beliau dapatkan di fakultas peternakan. Beliau pun memiliki keinginan yang besar, mencoba peluang sebagai enterpreneur, keluarga pun ikut mendukung dengan berinvestasi, maka pa Eka pun memiliki kemantapan hati untuk membangun sebuah peternakan.

Kegiatan ini dimulai dari tahun 2001, diawali dengan ternak sapi perah, pertimbangannya, ternak sapi perah merupakan ternak yang banyak diusahakan di wilayah Boyolali. Awalnya dilakukan dengan jumlah 19 ekor, setelah dimantapkan dengan keluarga, dan dapat diperoleh lokasi yang sesuai, maka dibangunlah kandang sapi perah dan kandang ayam broiler. Dengan kapasitas kandang 120 ekor ternak sapi perah dan 7.500 ekor ayam broiler.

Kegiatan berlangsung dengan berbagai dinamika. Tantangan penyediaan pakan, kemampuan penjadwalan reproduksi ternak sapi perah, penanganan air susu, penjagaan kualitas air susu, penanganan kompos, kontinyuitas penyediaan pakan, pengaturan SDM merupakan proses dinamis yang menjadi kegiatan harian di kandang ternak. Penanganan kelahiran, pencatatan, pengaturan inseminasi, penjagaan kesehatan ternak, dan pengaturan cashflow menjadi prioritas lain dalam pengembangan ternak sapi.

Di ternak ayam broiler, perlu diatur pencatatan, penanganan kebersihan melalui bio security, pengaturan masa masuk Day Old Chick, pengaturan panen, dan pencatatan merupakan hal yang dilaksanakan di pemeliharaan ternak ayam broiler dengan sistem kemitraan dengan beberapa perusahaan integrator.

Konsep yang dikembangkan adalah Pola Pertanian Terpadu (Integrated Farming System) dimana model peternakan tidak hanya menghasilkan produk peternakan saja, tetapi juga produk lain yang berasal dari proses pengolahan hasil samping ternak serta melakukan prosesing hasil samping pertanian untuk menunjang kegiatan peternakan sapi.

Konsep Pertanian Terpadu yang dikembangkan akan memberikan keuntungan: 

1. Peningkatan Sumber Daya Lokal, misalnya: pemanfaatan jerami padi sebagai sumber pakan berserat, dedak pagi yang dapat digunakan sebagai pakan konsentrat, juga ampas tahu sebagai hasil samping industri agro, arang sekam yang merupakan hasil samping prosesing tahu, serbuk gergaji yang dapat digunakan dalam proses dekomposisi kotoran ternak.

2. Zero Waste, karena semua hasil samping yang dikategorikan limbah dapat termanfaatkan dan dirubah menjadi produk lain yang lebih bermanfaat dan bernilai, misalnya : jerami padi jadi pakan, kotoran jadi kompos, urine jadi pupuk cair.

3. Ramah Lingkungan, dengan minimalnya jumlah limbah, maka pengaruh negatif terhadap lingkungan juga dapat diminimalisir.

4. Diversifikasi Produk, hasil dari farm tidak hanya produk utama, tai juga produk lainnya, misalnya : kompos, pupuk cair, sayuran organik, buah-buahan.

5. Meningkatkan Kemandirian, dengan keluaran yang dihasilkan, maka kemandirian usaha akan dapat diwujudkan

Beliau memberikan sedikit tips berharga bagi yang ingin memulai bisnis di bidang ini. Menurut beliau yang diperlukan untuk menjadi pengusaha ternak sapi yaitu kesukaan dan penjiwaan atas ternak, disamping itu ilmu peternakan dan manajemen menjadi faktor penunjang, semua itu harus disertai dengan ketelatenan dan keseriusan. disamping perlunya penyediaan modal.

Peluang usaha peternakan sapi ini cukup terbuka. Pengembangan peternakan sapi masih menjadi peluang baik karena Indonesia masih mengimpor produk susu dan daging. Apalagi pemerintah mulai memberi perhatian serius dalam pengembangan peternakan sapi.

Harapan kedepannya untuk usaha di bidang peternakan sapi, antara lain:

1. Proteksi pemerintah untuk menjaga atmosfer yang baik dalam beternak merupakan salah satu hal penting yang dapat dilakukan melalui regulasi di bidang peternakan

2. Apresiasi terhadap produk peternakan harus dilakukan juga, agar peternak mendapatkan nikai ekonomis sehingga pengembangan peternakan dapat dilakukan

3. Penyediaan support system dan teknologi tepat guna serta pengenalan terhadap teknologi akan menunjang pengembangan peternakan, disamping menjadikan peternak sebagai subyek yang dapat ditingkatkan kemampuannya.

Bagi saya pribadi, ilmu dan pengalaman yang pa Eka bagikan adalah hal yang berharga dan mudah-mudahan bisa menjadi motivasi serta berguna bagi kita semua. Semoga harapan-harapan pa Eka terhadap kemajuan bidang peternakan di Indonesia ini bisa terwujud. 

Comments

  1. Replies
    1. Iya yah mama Jav. Saya juga pengen. Ternyata bisa diawali dengan pelihara ternak sepasang. Pengalaman tetanggaku juga begitu sampai akhirnya sekarang maju dan ternaknya berkembang. :)

      Delete
  2. Wuih... Keren juga ya konsep peternakan terpadu ini. Kumpulin modal dulu ah... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener teh. Oke banget emang konsep peternakan terpadu. Aamiin didoakan modalnya segera ngumpul. hehehe :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sosialisasi Literasi Media Digital

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai literasi media, mari kita simak apa definisinya secara umum, literasi media merupakan kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media (Livingstone, 2004). Saat kita perlu memahami lebih dalam mengenai literasi media khususnya yang berbasis digital. Terlebih generasi muda kita sudah sangat dekat dengan teknologi digital yang sudah berkembang pesat. Sebagai orang tua tentu kita tidak boleh ketinggalan atau kehilangan langkah kita dalam mengikuti perkembangan zaman. Anak harus tetap dalam pengawasan dan pendampingan kita dimana pun kita berada.

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Liburan Bersama Keluarga ke Pelabuhan Ratu

Palabuhanratu atau yang biasa kita sebut dengan Pelabuhan Ratu adalah salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Sukabumi - Jawa Barat. Beberapa waktu lalu saya dan keluarga besar berlibur ke Pelabuhan Ratu, ini adalah salah satu objek wisata yang menawarkan berbagai keindahan alam dari mulai pesona pantainya, spot scuba diving , pemandian air panas, hingga goa kelelawar yang eksotis. Perjalanan panjang kami tempuh dari Bandung sampai ke Sukabumi. Alhamdulillah perjalanan terbilang cukup lancar walaupun cuaca agak mendung dan sempat hujan. Jarak Bandung - Sukabumi (Pelabuhan Ratu) sekitar 150 KM.