Skip to main content

Bumbu Rempah Khas Indonesia


Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan rempah dan masakan tradisional khasnya memiliki cita rasa yang begitu kaya, kunci kelezatannya tentu berasal dari rahasia berbagai campuran bumbu rempahnya. Mengapa dulu Indonesia sampai dijajah bangsa kolonial? Salah satunya adalah karena bangsa Eropa menginginkan rempah-rempah Indonesia yang begitu melimpah.

Berikut adalah berbagai macam bumbu rempah khas Indonesia:
  • Rempah dari umbi semu 
Jenis rempah ini antara lain kunyit, jahe, kencur, temu mangga, temu kunci, dan lengkuas.
  • Rempah dari daun
Ada banyak jenis daun-daunan yang digunakan sebagai rempah atau bumbu masakan tambahan antara lain daun jeruk purut, daun jintan, daun kunyit, daun kemangi, dan daun ketumbar.
  • Bawang-bawangan
Sebetulnya keluarga bawang ini banyak  jenisnya, namun bawang yang sering kita gunakan seperti bawang putih. bawang merah, bawang bombay, dan lokio.
  • Rempah Kering halus dan Biji-bijian
Rempah jenis ini digunakan dalam bentuk halus dan juga berupa butiran seperti; adas, ketumbar, pala, lada, jinten, klabet, kayu manis, kayu secang, cengkeh, atau pekak.

Walaupun terdapat beragam bumbu rempah pilihan yang ada, banyak juga resep makanan indonesia mudah yang tidak memerlukan banyak rempah, hanya perlu padanan beberapa rempah yang menonjol. Bumbu rempah khas Indonesia biasanya dibuat ke dalam beberapa pilihan bumbu dasar yang telah dihaluskan. Bumbu-bumbu tersebut dikenal dengan bumbu merah, putih, kuning. dan oranye.
  • Bumbu dasar merah biasanya digunakan untuk membuat sambal goreng, rendang, kering tempe, pepes, sambal bajak, aneka gulai, ayam bumbu rujak dan telur balado. Bumbu dasar merah terdiri dari rempah: cabai merah, kemiri, bawang merah, bawang putih, merica putih, dan ketumbar.
  • Bumbu dasar putih ini dapat digunakan pada masakan terik daging, sayur lodeh, dan opor ayam. Bumbu dasar putih terdiri dari rempah: bawang merah, bawang putih, kemiri, merica putih, dan ketumbar.
  • Bumbu dasar kuning dapat dikembangkan menjadi acar kuning, pesmol ikan, nasi kuning, aneka pepes, dan ayam goreng. Bumbu dasar kuning ini terdiri dari rempah: bawang merah, bawang putih, kemiri, merica putih, dan kunyit.
  • Bumbu oranye biasanya digunakan untuk bumbu membuat gulai atau kare. Bahan bumbu dasar oranye ini terdiri dari rempah: Jintan, adas, ketumbar, kemiri, bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, lengkuas, dan merica.
Untuk mempermudah dan memjadikan masak lebih praktis, saya memilih membuat bumbu dasar halus yang disimpan di toples kedap udara dan disimpan di kulkas. Jadi apabila saya perlu bumbu untuk masak saya tidak perlu repot menyiapkan, mengupas, dan menghaluskan bumbu dasar masak. Ini sangat memudahkan dan mempercepat proses memasak.

Comments

  1. Bumbu kuning favorit saya, bisa buat masak ayam, ikan maupun daging hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Mut, kesukaan anak saya juga masakan yang berabahan dasar bumbu kuning. :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Mencintai Lingkungan Melalui Digitalisasi

Saya mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak mengotori lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar mengelola serta memilah sampah atau bahan daur ulang. Sesederhana itu! Mencintai lingkungan dan mengajarkannya kepada anak berarti kita berperan serta menjaga alam untuk warisan bagi generasi penerus. Pembiasaan akan kesadaran lingkungan sejak kecil membuat anak saya lebih sadar terhadap lingkungan, sekarang ia sudah beranjak dewasa, hal tersebut begitu melekat di dalam dirinya.  Mencintai lingkungan tentu harus dilatih sejak dini dengan berbagai cara. Pernah kah terlintas untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan melalui digitalisasi? Selain pastinya harus diajarkan secara langsung, ternyata kita juga bisa lho memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, jadi memanfaatkan minat mereka untuk tujuan edukasi adalah cara yang cerdas.