Skip to main content

Berkebun dan Bercocok Tanam Padi dalam Pot


Saya ingin bercerita tentang kegiatan di sela-sela waktu senggang Vito, anak saya. Kebetulan kami tinggal di daerah yang tidak jauh dari perbukitan atau area hijau, selain itu rumah kami pun bersebelahan dengan satu sekolah negeri yang memiliki kebun serta taman yang dikelola dengan baik oleh tukang kebunnya.

Saya sering mengajak Vito untuk bersantai dan refreshing di kebun sekolah. Vito memang tidak bersekolah di sana, namun saya adalah salah satu alumninya. Saya pun masih kenal dengan sebagian besar guru, staff, dan para penjaga sekolah, sehingga rasanya sudah tidak asing berada di  lingkungan sekolah ini. Di sana terdapat berbagai macam tumbuhan yang bisa kita panen, hasilnya bisa dimanfaatkan dan dinikmati oleh untuk semua.

Suasana kebun sekolah sangat nyaman, asri, dan segar. Terdapat tanaman hidroponik seperti stroberi dan selada bokor, selain itu ada juga tanaman seperti sawi hijau, bawang, cabe, tomat, seledri, dan berbagai jenis rempah. Kita senang bersantai di saung / gazebo yang letaknya dikelilingi kolam ikan besar untuk ternak lele dan ada juga berbagai ikan air tawar jenis lainnya, selain itu ada juga pot-pot yang berjejer rapi diatas kolam yang mana digunakan sebagai salah satu pengembangan bidang usaha pertanian melalui cocok tanam padi dalam pot yang menggunakan saluran irigasi bersumber air kolam. 



Menanam padi di dalam pot ini sangat menarik dan kita bisa menyaksikan langsung bagaimana prosesnya. Tukang kebun dengan senang hati bercerita dan membagi ilmunya dengan saya dan Vito. Bertani di lahan terbatas juga sangat memungkinkan asalkan tahu caranya.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat menanam padi dalam pot, berikut langkah-langkahnya:
  • Benih direndam dan kemudian disemai, tempat persemaian bisa berupa nampan dengan media tanah dan kompos.
  • Media tanam adalah campuran antara tanah 60% dan kompos 40% yang dimasukan ke dalam pot.
  • Tanam benih padi pada usia 5 sampai 7 hari. Tanam dengan cara tarik pangkal benih dan jangan sampai butir padi rusak, dorong pangkal benih secara horizontal di kedalaman 1 cm dan biarkan akar yang terurai di permukaan jangan dibenamkan.
  • Jaga kelembaban tanah, jangan dibiarkan sampai kering. Bisa juga membuat irigasi sederhana untuk pengairan. Setelah berbunga, genangi tanaman padi setinggi 2 cm sampai padi menguning.
Secara berkala saya dan Vito datang ke sana, dan panen pertama dari 10 pot didapati beras sebanyak 1 toples. Vito sangat senang berada di kebun sekolah, dia bisa membantu tukang kebun membersihkan area kebun dan juga ikut serta memanen. Vito dapat 1 pot pohon stroberi dan bunda dapat seikat sawi hijau. Berkebun dan bercocok tanam adalah hal yang sangat menyenangkan.  

Comments

  1. Wah ide keren menanam padi di pot, nyobain ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh, keren idenya. Lumayan juga kalo punya area kebun dan pengairan yang bagus bisa dicoba menanam padi di pot atau bisa juga pake polybag, teh.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Mencintai Lingkungan Melalui Digitalisasi

Saya mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak mengotori lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar mengelola serta memilah sampah atau bahan daur ulang. Sesederhana itu! Mencintai lingkungan dan mengajarkannya kepada anak berarti kita berperan serta menjaga alam untuk warisan bagi generasi penerus. Pembiasaan akan kesadaran lingkungan sejak kecil membuat anak saya lebih sadar terhadap lingkungan, sekarang ia sudah beranjak dewasa, hal tersebut begitu melekat di dalam dirinya.  Mencintai lingkungan tentu harus dilatih sejak dini dengan berbagai cara. Pernah kah terlintas untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan melalui digitalisasi? Selain pastinya harus diajarkan secara langsung, ternyata kita juga bisa lho memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, jadi memanfaatkan minat mereka untuk tujuan edukasi adalah cara yang cerdas.