18 November 2017

Pelatihan Kerajinan Paper Flower bersama Alfamart


Saat ini kreasi dekorasi sudah semakin berkembang. Kebanyakan orang memilih dekorasi yang sederhana, elegan, dan minimalis. Salah satu kreasi yang sedang marak adalah dekorasi bunga kertas 3D atau sering disebut paper flower decoration. Dekorasi paper flower ini biasanya digunakan mulai dari untuk mempercantik ruangan hingga dibuat untuk dekorasi acara seperti pertunangan, ulang tahun, bahkan pernikahan.


Beruntung sekali saya dan teman-teman blogger Bandung diundang oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (PT SAT) pemilik jaringan ritel Alfamart untuk menghadiri Program Pemberdayaan Masyarakat "Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga dan Pelatihan Pembuatan Kerajinan Paper Flower" yang diadakan Rabu lalu pada 15 November 2017.

Sambutan Ibu Lurah Kelurahan Padasuka
Kecamatan Cimahi Tengah
Acara dibuka oleh MC yang cukup hangat dan menghibur dalam membawakan acara. Hadir juga ibu Lurah kelurahan Padasuka Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi yang memberikan sambutan dan resmi membuka pelatihan ini. Acara diteruskan dengan sambutan dan pengenalan dari ibu Eliza selaku CorComm PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (PT SAT).

Latar Belakang diadakannya Pelatihan Paper Flower

Kerajinan yang dikenal sebagai paper flower ini menang sedang naik daun. Branch Manager Alfamart Sulardi menjelaskan pelatihan kerajinan paper flower bertujuan untuk mengenalkan ragam kerajinan sekaligus menambah keterampilan bagi kaum ibu. Pada pelatihan kali ini sosok trainer yang dihadirkan adalah dari kalangan wirausaha perempuan yang dapat memotivasi dan menginspirasi kaum ibu agar mau belajar dan berkarya guna memiliki tambahan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan.

Paper Flower Trainer 

Echa
Trainer Paper Flower
Senang sekali saya bisa bertemu dengan salah seorang pengrajin paper flower yang sudah menggeluti bisnis ini secara serius setahun terakhir. Adalah Echa yang sudah membuktikan bahwa  menekuni bisnis kreatif khususnya kerajinan paper flower ini cukup menguntungkan. Echa adalah trainer untuk pelatihan kali ini.

Tekad kuat dirinya untuk tidak mau menjadi karyawan membuat ibu satu anak ini menggeluti berbagai bisnis. Tak hanya paper flower, Echa juga aktif berbisnis kuliner dan mahir sebagai MUA (Make-Up Artist). Namun, ketertarikannya pada paper flower dimulai saat bisnis lainya tengah sepi. Echa menjelaskan bahwa untuk mendapatkan penghasilan ia harus memutar otak usaha apa yang bisa langgeng tidak terkendala musim. Karena beberapa bisnis, misalnya bisnis kuliner dan merias akan berkurang saat bulan Ramadhan,.

Salah satu karya Echa
Sumber: Instagram @chaa_chabiesta
Di sisi lain kegemarannya pada dekorasi bernuansa shabby chic juga telah mengantarkannya menekuni kerjaninan paper flower. Unggahan karya paper flower di akun media sosial instagram miliknya tak disangka menarik perhatian. Dari situlah Echa melihat peluang usaha paper flower dan serius menggelutinya.


Menurut Echa, saat ini bisnis paper flower cukup menjanjikan. Dirinya mengaku sedikitnya omset yang diperolehnya mencapai Rp 2-3 juta. Bahkan ia pernah mencapai omset 5 juta dalam sebulan. Usaha kerajinan merupakan salah satu jenis usaha yang cocok untuk dijalankan oleh kaum ibu asalkan dilakukan dengan manajemen waktu yang tepat. Pasalnya, proses memola kertas merupakan tahapan yang cukup memakan waktu namun dapat dilakukan pada saat waktu luang. 

Pembuatan Kerajinan Paper Flower

Para peserta adalah kaum ibu dariKelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Saya dan teman-teman Blogger Bandung pun cukup antusias meliput acara ini. Ibu-ibu mengikuti pelatihan ini dengan serius dan penuh semangat. Puluhan ibu mencoba praktik langsung membuat paper flower. Dengan arahan Echa, para ibu diajarkan cara membuat pola dan merangkai kertas hingga membentuk pola bunga yang cantik. Para peserta pun mengikuti arahan yang diberikan dengan baik.



Kegiatan pelatihan merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Perempuan yang bertujuan memberikan tambahan keterampilan. Jika ditekuni dengan serius, keterampilan tersebut dapat  dijadikan tambahan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Program pemberdayaan perempuan tidak hanya dilakukan di Cimahi, namun juga dilakukan di kota/kabupaten lainnya di Indonesia dengan pelatihan yang berbeda-beda.

7 comments:

  1. Seneng yah kalo ibu-ibu itu kreatif dan bisa memberdayakan dirinya. Keren nih Alfamart

    ReplyDelete
  2. Aku pengen belajar ih bikin paper flowernya. Waktu itu cuma liatin aja. Bikin polanya itu yang emang butuh kesabaran ya. Kalau udah jadi mah kayaknya mengalir aja, jadi deh.

    ReplyDelete
  3. Waah...jadinya cantiiik bennerr...Zia.
    Mau diajarin doonk...

    ReplyDelete
  4. Cantik! Biasanya paper flower ini untuk hiasan apa? Waktu membuatnya untuk ukuran kecil berapa lama?

    ReplyDelete
  5. Wah cakep ya, kerajinan paper flower. Bisa jadi bisnis yang menjanjikan.

    ReplyDelete
  6. Seruuuu ya mba...pelatihannya astik dan ramai keemu teman-teman.hasil akhirnya cantik banget yaaa...ajarin dooong

    ReplyDelete
  7. Wah, bunganya berukuran besar! Bisa nyoba bikin nih. Mata nyerah kalo prakaraya yang ukuran imut-imut.

    ReplyDelete