03 May 2016

Disabilitas Bukanlah Pembatas

Mengapa saya begitu gencar menyuarakan hal yang berhubungan dengan disabilitas? Karena begitu banyak ilmu, hikmah, inspirasi, cerita, dan pengalaman yang begitu luar biasa dari orang-orang dengan disabilitas. Saya sudah banyak menemui orang-orang hebat walaupun dengan disabilitas, namun itu hanya sebuah istilah yang melekat saja, karena pada kenyataannya mereka merupakan orang-orang yang memiliki semangat juang yang tinggi, jenius, pekerja keras, memiliki jiwa yang lembut, dan pribadi yang begitu bersahaja.

Nah, kali ini saya ingin mengulas sosok inspiratif (dengan disabilitas daksa), seorang blogger, dan juga berprofesi sebagai salah satu pegawai kepemerintahan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia adalah Nur Sahadati Amir atau lebih dikenal dengan panggilan Nunu Amir. Lahir dan besar di kota Makassar, bersuku Bugis, namun saat ia tengah berada di Jakarta sebagai kota perantauan. Ia gemar berkomunitas, seorang pecinta binatang terutama kucing dan suka traveling, jelajah kuliner, dan juga membaca.

Belajar dari Nunu Amir

Kita bisa banyak belajar darinya, dan ia sangat senang membagi ilmunya untuk siapa saja tanpa terkecuali, karena bagi Nunu Amir hidup adalah tentang bagaimana kita belajar dan berbagi. Saya cukup dibuat takjub dengan blog pribadinya http://www.nunuamir.com, berisi tentang banyak hal yang bisa dijadikan inspirasi, sebagai pembelajaran hidup, selain itu banyak juga ulasan menarik yang bisa kita simak.

Semangat dan pandangan hidupnya mendorong kita untuk berbuat sesuatu sebaik mugkin dan pantang menyerah, seperti ungkapan “Man Jadda WaJada” yang memiliki arti "Barangsiapa bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasil (berhasil)".

Difabel bukan berarti disable 

Nunu Amir manyandang disabilitas / difabel daksa. Saya ingin mengulas sedikit tentang difabel daksa. Difabel merupakan akronim dari different ability  people, maksudnya adalah orang dengan kemampuan yang berbeda. Daksa itu berarti tubuh. Maka, difabel daksa adalah orang yang memiliki kemampuan yang berbeda dikarenakan kondisi bagian tubuh yang tidak sempurna. Berbicara tentang sempurna mungkin ini hanya berlaku di mata manusia, karena di mata Tuhan semua makhluk sama tidak terbatas hanya dengan kondisi fisik. Ia mungkin memang tidak memiliki kesempurnaan tubuh, terlebih penting daripada itu ia memiliki kebaikan dan kesempurnaan hati.

Artikel tentang disabilitas dan pandangan masyarakat yang pernah diulasnya cukup membuka pandangan mata kita. Walaupun dengan keadaannya sekarang ini, Nunu Amir tidak lantas pasrah menerima keadaan, ia melampaui rata-rata dengan segudang prestasi yang berhasil diraihnya. Difabel mungkin hanya sebuah label, bukan berarti disable atau tidak memiliki kemampuan. 

33 comments:

  1. Penyandang disabilitas memang memiliki banyak potensi yang seringkali luput dari perhatian kita. Tulisan mba Nunu mengenai hal memang oke yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, mba. Stigma sosial seringkali mengalihkan perhatian kita sama potensi hebat para penyandang disabilitas.

      Ka Nunu emang keren banget, penyampaian ulasan seputar disabilitas ngena banget. Salut.

      Makasih udah berkunjung mbaaa.

      Hugs!

      Delete
  2. Kadang mereka penyandang disabilitas ternyata punya talenta luar biasa dibidang lainnya. Mereka lebih peka, lebih punya rasa, lebih kreatif juga. Makin sukses mba Nunu ya, demikian juga untu mba Zia hihihihii.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mba Roos. Mereka kebanyakan punya segudang prestasi dan bakat.

      Sukses juga buat mba Roos.

      Makasih udah mampir. *pelukk... :)

      Delete
  3. Replies
    1. Yup, ka Nunu emang penuh inspirasi. :)

      Makasih udah mampir yaaa mba Kia. xoxo

      Delete
    2. Saya pernah nulis tentang Nunu juga di sini, Mbak :)

      http://www.anazkia.com/2015/06/nunu-menjadikan-kekurangannya-untuk-maju.html

      Delete
    3. Mantap... Meluncur juga ke tkp yaaa...

      :*

      Delete
  4. mereka berpotensi tapi kadang kita suka menganggap remeh paad mereka. diskiriminai pada mereka harus dihapusukan. Dan fasilitas umum juga harus ramah pada mereka, selama ini belum

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Tira, sebagian dari kita masih bertindak diskriminatif bahkan menilai sebelah mata. Orang-orang seperti ka Nunu lah yang membuktikan bahhwa mereka itu sama dengan kita semua. Sebagian fasilitas umum masih banyak belum bisa dinikmati para penyamdang difabel.

      Makasih ya mba.
      Salam hangat selalu :*

      Delete
  5. Salam kenal mbak fauzia...
    Terima kasih atas reviewnya. Smoga suatu saat nnt bs kopdar ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga ya. Terima kasih kembali. Seneng bisa nge-review ka Nunu Amir.

      Mudah-mudahan nanti bisa kopdar bareng atau kalo berkunjung ke Bandung kita bisa meet-up ya.

      *pelukkk :)

      Delete
  6. Hmm sepertinya kita selaku manusia yang diciptakan sempurna seharusnya selalu bersyukur.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul kang Nurul, semestinya kita bersyukur karna banyak yang kurang beruntung tapi hebatnya mereka masih bisa berusaha dan tidak berpangku tangan.

      Terima kasih sudah berkunjung ya, kang.

      Delete
  7. Kemarin ini di stasiun banyuwangi, ketika kami traveling, anakku yg kecil tanya. "Bun, difabel itu apa?" itu karena dia melihat toilet khusus difabel di stasiun tsb. Dan aku rada tertohok karena tidak bisa menjelaskan dalam bahasa yg sebaik mungkin.

    Mbak Nunu bagiku sangat inspiring. Jadi banyak hal yang bisa dipelajari dari beliau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hao mba Widya,

      Bisa juga dijelaskan dalam bahasa yang sederhana. "Toilet untuk difabel itu dikhususkan untuk orang-orang dengan kemampuan terbatas, mereka itu spesial. Misalnya diperuntukan untuk difabel daksa contohnya orang yang jalannya dibantu kursi roda, dan masih banyak lagi. Jadi toiletnya punya akses khusus yang beda dari toilet yang kita pakai." Mudah-mudahan si kecil sedikitnya ngerti.

      Buat kita ka Nunu memang menginspirasi.

      Salam hangat ya mba Widya... :)

      Delete
  8. betul mba, difabel bukan berarti disable dan nunu sdh membuktikannya. salut utk nunu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Santi, ia sudah membuktikan bahwa tidak ada istilah menyerah dan pasrah. Tidak ada keterbatasan selama masih bisa berusaha.

      Makasih sudah berkunjung yaaa. :*

      Delete
  9. Itulah sebabnya Model penanganan penyandang disabilitas berdasarka CFRD ( Convetion on the Rights of Person with Disability salah satunya adalah model sosial yaitu bagaimana menyelesaikan permasalahan penyandang disabilitas dgn menghilangkan hambatan2 eksternal yg selama ini membuat disabilitas tidak dpt berpartisi aktif di masyarakat sesuai dgn hak dan kebutuhannya. Salah satu hambatan eksternal yaitu belum adanya persepsi positif masyarakat terhadap penyandang disabilitas kenyataan diakibatkan oleh ketdk pahaman masyarakat atas kemampuan disabilitas yg tidak pernah terlihat akibat tdk adanya kesamaan kesempatan yg diperoleh dan stigma negatif yg masih kental terhadap orang dengan disabilitas. Terima kasih dgn banyaknya masyarakat yg lebih aware kepada disabilitas untuk bisa mensejajarkan dirinya berdasarakan kesamaan hak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Tiza, solusi dari hambatan yang sering ditemui penyandang disabilitas itu memang ada di perlakuan lingkungan sosial terhadap mereka. Banyak potensi-potensi luar biasa yang pernah saya lihat, bahkan melebihi porsi orang yang dikatakan normal.

      Mba pun salah satu yang menginspirasi buat saya. Makasih untuk semangatnya ya, mba Tiza.

      *pelukhangat :)

      Delete
  10. Mba Nunu bisa membuktikan bahwa ia bisa terus berkarya dan produktif. Semangat ini yang perlu kita contoh ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa banget mba Tri. Orang-orang seperti k Nunu lah yang harus bisa jadi pemacu semangat kita. Tidak ada keterbatasan untuk berkarya.

      Makasih udah mampir yaaa mba Tri. :*

      *hugs

      Delete
  11. menurut saya,mba nunu, sosok inspiratif, banyak belajar dari beliau

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mba, kita sependapat. :) Banyak pengalaman berharga beliau yang bisa kita ambil prlajarannya.

      Makasih sudah berkunjung, yaaa... :*

      Delete
  12. Nunu sangat ins9iratif. Bunda tdk akan menilai kekurangannya tp kelebihan yg dimiliki Nunu yg seabreg itu. Salut buat Nunu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Bunda,

      Betul sekali, saya pun kagum sama beliau. :)

      Delete
  13. Kekurangan tidaklah berarti tdk memiliki kelebihan. Justru kelebihan Nunu yg seabreg yg bikin bunda kagum.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ka Nunu menunjukkan kelebihannya, jadi sama sekali orang ga melihat kekurangannya. Penuh inspirasi dan semangat. Saluutt...

      :*

      Delete
  14. 2xkomentar bunda koq ilang? Hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda sayang, komentarnya ada kok ga hilang. :*

      Delete
  15. Wahh aku blom komen disini ya?
    Aku lagi baca2 postingan dikau mbak. Ahahaha.

    Btw salut sama mbak Nunu. Disabilitas bukan penghalang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Ratu. Hehehehe

      Aku juga salut banget sama perangai dan prestasinya ka Nunu. Two thumbs up! Semangatnya perlu kita contoh. :)

      Delete