Skip to main content

Resep Sayur Sop Sederhana


Masak itu selalu dihubungkan dengan pekerjaan ibu rumah tangga, memang betul seperti itu adanyaibu-ibu biasanya mau tidak mau wajib berkutat dengan dapur dan urusan masak-memasak. Bukan lagi tentang passion tapi lebih dari itu, sebagai ibu rumah tangga memasak adalah tuntutan yang harus dijalani dengan hati senang dan ikhlas. Selama saya berumah tangga, alhamdulillah suami tidak menuntut saya untuk pandai memasak, tapi tentu saja saya memberikan kemampuan maksimal untuk mengolah makanan walaupun dengan cara sederhana.

Dari berbagai jenis masakan yang sering saya buat, satu menu yang paling gampang dibuat dan murah itu adalah membuat sayur sop. Sayur sop di sini saya kadang menambahkan protein hewani seperti daging, ayam, baso, atau sosis, tapi kadang-kadang betul-betul isinya terdiri dari sayuran saja. Saya biasa beli sayur sop mentah yang sudah dikemas di tukang sayur atau di pasar, kalau di sini sering disebut sop-sopan harganya 2000 rupiah satu bungkus isinya sudah lengkap ada wortel, kol, buncis, kentang, tomat, seledri, dan daun bawang. Sekali masak saya cukup dua bungkus dan hasilnya bisa satu panci. Bumbu tambahan untuk membuat sayur sop adalah bawang merah, bawang putih, garam, merica, gula putih.

Sayur sop ala saya terbilang sederhana. Saya akan bagi resep dan cara memasaknya di sini:

1. Semua sayuran dicuci bersih dan dipotong sesuai selera.
2. Siapkan air kaldu (kaldu ayam/sapi).
3. Rebus wortel terlebih dahulu sampai agak empuk, kemudian kentang, buncis, kol, dan terakhir daun bawang dan tomat. Tahapannya dari sayuran yang paling keras sampai yang mudah layu.
4. Berikan garam, merica, dan gula putih secukupnya.
5. Tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah dihaluskan, setelah matang kemudian masukan kedalam sayur sop.
6. Aduk hingga semua sayuran matang pas.
7. Tuang ke dalam mangkuk saji dan berikan taburan bawang goreng diatasnya.
8. Sayur sop siap untuk disantap.



Buat saya memasak tidak harus repot, sesekali membuat masakan yang berbumbu pekat dan menggunakan teknik bisa saja untuk variasi menu, namun bagi saya untuk resep masakan rumah sehari-hari yang wajib saya memilih yang sederhana, seperti membuat sayur bening, tumis, atau yang berbumbu sederhana.


Comments

  1. Saya juga lebih senang memasak dengan bumbu sederhana, sayur dan tumis sayuran hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama kita, teh. Simpel dan yang pasti tetep sehat. Hehehe :)

      Delete
  2. Pasti Abang Vito lahap makannya. . .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah selalu lahap makan sayur di rumah, bu. :*

      Delete
  3. hujan2 begini, paling enak makan yang panas2 seperti sayur sop ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener banget mba Santi, kadang digado aja enak. hehehe

      Delete
  4. Wah sayur sop.. Kesukaan iioo
    Mendadak laper jadinya ujan gini makan sayur sop enyak pasti

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik suka sayur, io pinter. Iya enak makan sayur sop anget ujan-ujan begini. hehehe

      Delete
  5. Nih aku kalo udah masak sop udah pasti abis deh asli, hahahaha

    Salam,
    Roza.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulilah, saya juga kalo masak sop selalu ludes. hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Keseruan Papan Permainan "Indomilk Jagoan BoBoiBoy"

Jika saya bertanya kepada anak saya tentang apa yang paling ia gemari, pasti jawabannya bermain. Ya! Bermain memang merupakan hal yang penting terutama bagi anak. Permainan bisa memengaruhi tumbuh kembang mereka, dalam permainan biasanya terdapat nilai-nilai yang bisa secara langsung bersentuhan dengan anak. Kegiatan bermain tentu bisa menstimulasi motorik dan sensorik serta melatih fisik, mental, pola pikir, dan psikis anak dengan baik. Saat ini permainan anak kerap didominasi oleh gadget, kita memang tidak mungkin memisahkan anak dari permainan gadget, namun tentu prinsip bermain yang seimbang perlu diterapkan. Anak saya memang gemar bermain permainan gadget , namun ia lebih tertarik dengan real-life games seperti main catur, lego, kelereng, dan masih banyak lagi.  Banyak sekali manfaat bermain bagi anak. Untuk real-life games  sendiri, menurut saya ini lebih jauh banyak manfaat yang bisa didapatkan anak, antara lain; bisa menjadi media dan sarana anak untuk da...