Skip to main content

Pemukiman dengan Ruang Terbuka Hijau


Saya dan keluarga saat ini tinggal di pemukiman penduduk biasa, bukan komplek perumahan. Kami beruntung karena daerah yang kami tinggali masih bisa ditemukan area hijau. Kami tinggal di perkotaan, tapi bisa dibilang wilayah kami masih ada rasa desanya, masyarakatnya terjalin erat dalam kehidupan bertetangga, masih banyak anak-anak yang senang bermain permainan tradisional dari mulai petak umpat, kucing-kucingan, main kelereng, layang-layang, dan lain sebagainya. Tidak jauh dari rumah kami pun masih bisa dijumpai ruang terbuka hijau (RTH), taman, dan aliran sungai walaupun air sungainya tidak sebersih dulu. 

Jika nanti pun saya pindah di pemukiman baru, salah satu faktor penting adalah adanya ruang terbuka hijau. Banyak perumahan yang memberikan berbagai fasilitas, tapi belum tentu memiliki ruang terbuka hijau di area kompleknya. Bukan lagi tentang perumahan murah atau elite, tapi ini berhubungan dengan pemukiman yang nyaman, asri, dan sehat.

Mengapa ruang terbuka hijau (RTH) ini sangat penting bagi saya? Berikut adalah beberapa manfaat ruang terbuka hijau;
  • RTH dapat menjadi 'paru-paru' suatu wilayah, yakni bisa menyerap karbondioksida (CO2), menghasilkan oksigen (O2), sebagai resapan air, dan membuat udara menjadi lebih sejuk. 
  • RTH pun bisa menjadi tempat bermain anak-anak yang menyenangkan, area olahraga ringan misalnya jalan kaki atau jogging, dan tempat yang sejuk untuk duduk atau bersantai.
  • Selain fungsi ekologis, RTH juga memberikan sisi estetika sebuah pemukiman yang membuatnya bisa lebih indah dan hijau.
  • RTH bisa menjadi ruang edukasi bagi anak-anak, di sini tentu terdapat berbagai jenis tumbuhan baik itu berbagai macam bunga, pohon yang menghasilkan buah, atau tumbukan lainnya, selain itu secara otomatis akan ada juga beberapa hewan yang bisa dijumpai seperti berbagai jenis serangga di banyak tumbuhan yang ada di ruang terbuka hijau. 
Manfaat tersebut memang sudah saya rasakan sendiri. Saya sangat jarang saya mengajak anak saya ke mall, kami lebih senang menghabiskan waktu di RTH dan area pemukiman di sekitar rumah.

Comments

  1. RTH memang sangat penting ya untuk memenuhi kebutuhan udara segar dan memberikan keasrian abgi lingkungan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul bangetmba Tira, salah satu faktor penting yg harusnya ada di perumahan ato pemukiman ya mba. :)

      Delete
  2. daerah perkotaan semakin minim RTH
    kalau saja diperbanyak masalah polusi udara bs mudah diatasi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas Agung, RTH ini bisa jadi salah satu solusi untuk mengatasi polusi udara. :)

      Delete
  3. paliiing seneng kalau banyak open space seperti ini. Segaaar dan sehat yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka banget banyak ruang terbuka gini. Bikin otak dan hati adem, betul mba yang pasti sehat. :)

      Delete
  4. Beruntung ya Bu, tinggal di kota tapi dengan nuansa yang bikin nyaman.. Salam kenal ya Bu

    ReplyDelete
  5. Aku beruntung teh tinggal di pasir Impun, disini semua area tadah hujan hehe dan bebas banjir. Semoga aja RTH semakin banyak dan dapet perhatian khusus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya di Pasir Imun dataran tinggi ya, Ta. Masih seger daerahnya. Masih satu kecamatan sepertinya kita. :)

      Delete
  6. Saya setuju bahwa ruang terbuka hijau penting untuk kesehatan fisik dan mental.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Mencintai Lingkungan Melalui Digitalisasi

Saya mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak mengotori lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar mengelola serta memilah sampah atau bahan daur ulang. Sesederhana itu! Mencintai lingkungan dan mengajarkannya kepada anak berarti kita berperan serta menjaga alam untuk warisan bagi generasi penerus. Pembiasaan akan kesadaran lingkungan sejak kecil membuat anak saya lebih sadar terhadap lingkungan, sekarang ia sudah beranjak dewasa, hal tersebut begitu melekat di dalam dirinya.  Mencintai lingkungan tentu harus dilatih sejak dini dengan berbagai cara. Pernah kah terlintas untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan melalui digitalisasi? Selain pastinya harus diajarkan secara langsung, ternyata kita juga bisa lho memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, jadi memanfaatkan minat mereka untuk tujuan edukasi adalah cara yang cerdas.