Skip to main content

Mengobati Cacar Air pada Anak

Senin (14/9), seperti biasa pada pagi hari saya membangunkan anak saya untuk segera mandi sebelum berangkat sekolah. Pada saat akan mengganti pakaiannya, saya sadar ada yang tidak biasa terlihat keluar dari kulit tubuh anak saya. Ada bercak memerah, dan pada bagian tangan dan perut terlihat jelas bintik-bintik kecil ini berisi cairan. Iya, saya yakin ini memang cacar air. 

Hari itu anak saya tetap bersekolah, karena stamina tubuhnya memang masih stabil dan kebetulan sedang berlangsung hari pertama evaluasi belajar tengah semester di sekolah. Pada saat pulang, saya langsung berbicara dengan wali kelasnya dan meyakinkan beliau bahwa sepertinya anak saya memang terkena cacar air dan meminta izin untuk istirahat di rumah hingga anak saya benar-benar pulih. Wali kelasnya cerita ada kemungkinan besar ini tertular langsung dari teman sekelasnya yang baru sembuh cacar.

Sebelumnya saya mengira bahwa cacar merupakan istilah lain dari campak. Namun setelah saya baca dan pahami dari berbagai sumber dan referensi, tenyata kedua istilah tersebut memang dua jenis penyakit yang berbeda. Ada kesamaan dari dua penyakit ini, yaitu disebabkan oleh virus, dapat menimbulkan ruam bintik kemerahan dan juga merupakan penyakit yang mudah menular. Namun, kedua jenis penyakit ini jelas berbeda. 
Cacar merupakan penyakit yang disebabkan oleh varicella-zoster virus (herpes zoster) dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan chickenpox, cacar ada dua jenis yaitu cacar air dan cacar api (cacar ular). Cacar air biasanya menyerang anak-anak, tapi orang dewasa pun akan tertular apabila ketahanan tubunya lemah dan belum pernah terkena cacar air saat kecil. Sedangkan cacar api walaupun dari virus yang sama, kebanyakan cacar api ini hanya menyerang orang dewasa. Ciri-ciri cacar api antara lain; ruam yang memerah, berair, dan kering sera mengelupas dengan sendiri. Berbeda dengan cacar air, yaitu timbul bintik kemerahan beisi cairan, penyembuhannya hampir sama setelah pecah dan mengering maka bekas luka akan mengelupas.

Gejala cacar:
  • Demam
  • Pusing
  • Nyeri badan

  • Terkadang apabila stamina tubuh lemah akan mudah terserang flu, batuk, dan pilek
  • Timbul ruam dan bintik kemerahan di seluruh bagian tubuh, juga pada kulit kepala

  • 1-3 hari sebelum timbul cacar biasanya tubuh anak mengalami demam dan juga pusing. Hari berikutnya timbul bintik-bintik kemerahan di sebagian tubuh dan akan terus menyebar sampai ke kulit kepala.

Pengobatan cacar:


Tablet Acyclovir untuk membunuh virus dari dalam. Dosis pada anak dan dewasa berbeda. Tablet Acyclovir ada yang 200mg dan 400mg. Biasanya pasien diharuskan meminum tablet ini selama 5-7 hari tanpa putus sesuai dosis yang dianjurkan.

Salep Acyclovir untuk bintik kemerahan dan ruam yang timbul di seluruh bagian tubuh, gunakan hingga bintik cacar pecah, mengering, dan mengelupas dengan sendirinya.

Sebaiknya, penderita cacar mandi seperti biasa untuk membersikan virus dan juga kuman penyebab penyakit yang menempel pada tubuh. Dulu apabila cacar tidak boleh terkena air, ternyata ini hanyalah mitos. Faktanya, mandi sangat dianjurkan bagi yang terkena cacar. Gunakan sabun khusus dan cairan antiseptik agar penyembuhan maksimal.

Cara tradisional untuk pengobatan luar cacar yaitu bisa dengan menggunakan jagung manis parut kemudian ditempelkan pada bintik-bintik cacar. Untuk makanan hidari makanan yang amis / anyir, seperti telur, kulit ayam, susu sapi, ikan. Makanan tersebut memang tidak akan memperparah cacar hanya khawatir akan memicu gatal pada kulit. Perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran, tahu dan tempe, susu kedelai, dan minum air kelapa.

Fase cacar pada minggu pertama biasanya bintik-bintik merah yang berisi cairan akan matang dan kemudian pecah, pada minggu ke-2 luka-luka cacar mulai mengering, dan minggu ke-3 luka-luka tersebut akan mengelupas dengan sendirinya. Terus berikan salep hingga bekas luka memudar. Setelah sembuh total anak baru boleh berinteraksi dengan teman dan lingkungan sekitar. Apabila pada saat pengelupasan penderita cacar berinteraksi dengan orang yang belum pernah mengalami cacar kemungkinan besar dia bisa menularkan virus kepada orang tersebut. Penularan virus cacar ini sangat mudah; interaksi langsung, air liur, dan juga paparan udara.

Comments

  1. oh jadi gak boleh kena air saat kena cacar itu mitos yah? baru tau..TFS yah mbak.. :)

    salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, malah anjuran dokter yang kena cacar itu mandi dengan cairan antiseptik dan setelah mengering berendam di air hangat jadi cepat mengelupas.

      Sama-sama, mbak.

      Salam kenal juga,
      Zia :)

      Delete
  2. Saya dulu kena cacar pas kelas 3 SMP, hiks jadi lumayan lama gak sekolah. Cepet pulih yaaa Ganteng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Tian pasti gitu, malah yang dewasa lebih lama pemulihannya. Lebih parah lagi kalo orang tua yang kena.

      Alhamdulillah sekarang Vito udah sembuh total dan malah sudah renang. Hehehehe

      Makasih udah mampir ya :)

      Salam hangat,
      Zia

      Delete
  3. mkasih nformasinya ka... kbetulan keponakan saya lagi kena cacar air

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, mba. Semoga informasinya bermanfaat. :)

      Delete
  4. "Thanks for sharing information very interesting and useful. Do not forget to visit our website to share information and knowledge about health"
    cara Mengobati Campak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Mencintai Lingkungan Melalui Digitalisasi

Saya mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak mengotori lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar mengelola serta memilah sampah atau bahan daur ulang. Sesederhana itu! Mencintai lingkungan dan mengajarkannya kepada anak berarti kita berperan serta menjaga alam untuk warisan bagi generasi penerus. Pembiasaan akan kesadaran lingkungan sejak kecil membuat anak saya lebih sadar terhadap lingkungan, sekarang ia sudah beranjak dewasa, hal tersebut begitu melekat di dalam dirinya.  Mencintai lingkungan tentu harus dilatih sejak dini dengan berbagai cara. Pernah kah terlintas untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan melalui digitalisasi? Selain pastinya harus diajarkan secara langsung, ternyata kita juga bisa lho memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, jadi memanfaatkan minat mereka untuk tujuan edukasi adalah cara yang cerdas.