Skip to main content

Lebaran 2026 (Part 2): Tradisi, Rindu, dan Tenangnya Saguling

Lebaran selalu punya magnet tersendiri buat saya dan keluarga. Rasanya, ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu sepanjang tahun. Seperti ritual wajib, hari kemenangan kami dimulai dengan hangatnya kebersamaan: berangkat salat Ied bareng, momen maaf-maafan, sampai "perang" ketupat dan opor ayam di meja makan. Setelah itu? Tentu saja maraton silaturahmi ke rumah keluarga besar.

Ziarah dan Momen Refleksi Diri

Di tengah keriuhan Lebaran, ada satu tradisi yang mengingatkan kita akan "pulang": ziarah ke makam keluarga. Tahun ini, saya kembali mengunjungi makam Oma, nenek tersayang yang sudah berpulang sejak tahun 2013 lalu.

Ada banyak kenangan bareng Oma. Dulu, setiap pulang tenis di Bandung, Oma pasti mampir ke rumah. Kami banyak mengobrol dan bercanda gurau, saya paling suka disisir dan dikepang rambut sama Oma. Kadang Oma suka kasih minyak urang-aring (walaupun aku ga suka baunya, tapi saya senang). Setiap ketemu Oma ngasih satu kalimat bahasa Belanda buat saya ingat-ingat. 

Makasih ya Oma untuk kenangan dan kasih sayangnya. Meskipun sudah belasan tahun berlalu, kenangan tentang beliau masih terasa nyata. Bagi kami, ziarah bukan sekadar rutinitas, tapi pengingat bahwa dunia ini hanya sementara. Di depan pusara Oma, saya seolah diajak untuk refleksi diri menata niat supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat ke depannya.

Healing Sejenak di Tepian Saguling

Nah, ada pemandangan yang beda banget di ziarah kali ini. Persis di belakang area pemakaman yang kami kunjungi, terhampar luas Bendungan Saguling. Kebetulan banget hari ini debit airnya lagi pasang, jadi pemandangannya beneran juara!

Buat yang belum tahu, Saguling ini sebenarnya salah satu waduk "raksasa" di Jawa Barat yang fungsi utamanya buat PLTA. Tapi kalau lagi pasang begini, auranya malah kayak "hidden gem" tempat wisata tersembunyi. Airnya yang meluap tenang ketemu sama hijaunya perbukitan di sekitar itu bikin adem banget di mata. Angin sepoinya bener-bener healing tipis-tipis setelah seharian muter silaturahmi. Rasanya tenang banget bisa duduk sebentar sambil melihat pantulan langit di permukaan airnya.


Penutup yang Manis

Hari yang panjang ini ditutup dengan sesi yang paling ditunggu-tunggu anak-anak (dan para uwa serta tante, tentunya): bagi-bagi THR! Melihat wajah sumringah mereka saat terima THR itu rasanya puas banget. Terakhir, nggak afdol kalau nggak ditutup dengan foto keluarga besar sebagai kenang-kenangan kalau di Lebaran 2026 ini, kita masih bisa berkumpul lengkap dan bahagia.

Sampai jumpa di cerita Lebaran tahun depan!















Comments

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Keseruan Papan Permainan "Indomilk Jagoan BoBoiBoy"

Jika saya bertanya kepada anak saya tentang apa yang paling ia gemari, pasti jawabannya bermain. Ya! Bermain memang merupakan hal yang penting terutama bagi anak. Permainan bisa memengaruhi tumbuh kembang mereka, dalam permainan biasanya terdapat nilai-nilai yang bisa secara langsung bersentuhan dengan anak. Kegiatan bermain tentu bisa menstimulasi motorik dan sensorik serta melatih fisik, mental, pola pikir, dan psikis anak dengan baik. Saat ini permainan anak kerap didominasi oleh gadget, kita memang tidak mungkin memisahkan anak dari permainan gadget, namun tentu prinsip bermain yang seimbang perlu diterapkan. Anak saya memang gemar bermain permainan gadget , namun ia lebih tertarik dengan real-life games seperti main catur, lego, kelereng, dan masih banyak lagi.  Banyak sekali manfaat bermain bagi anak. Untuk real-life games  sendiri, menurut saya ini lebih jauh banyak manfaat yang bisa didapatkan anak, antara lain; bisa menjadi media dan sarana anak untuk da...