Skip to main content

Kegiatan Akhir Pekan Bersama Anak

Jelang weekend biasanya saya menghabiskan waktu bersama keluarga. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak di akhir pekan. Saya baru menemukan sebuah artikel menarik tentang "Weekend Bersama Keluarga? 8 Tips ini Bisa Dicoba", artikel ini ditulis oleh teman blogger saya yaitu Mak Utie. Menurut saya isi artikelnya ini bisa jadi inspirasi kita semua. Saya setuju sekali bahwa kegiatan bersama keluarga bisa kita maksimalkan di rumah tanpa harus menghabiskan pengeluaran yang besar.

Beberapa aktivitas saya dan keluarga di akhir pekan:
1. Bersih-bersih rumah

Saya kerap kali mengajak anak saya untuk bersih-bersih rumah bersama ketika libur, seperti menyapu lantai, memberikan tanggung jawab untuk mencuci piring plastik atau melamine, yang paling anak saya sukai adalah mengepel teras karna anak saya bisa main air dan seluncuran di teras rumah. Selain itu dia juga senang membersihkan lumut di halaman atas tempat jemuran, mencabuti tanaman yang tumbuh liar di tembok dan lantai semen. Sempat ada pertanyaan "Bunda, kenapa tanamannya dicabut, kasihan jadi mati?", saya tentu jelaskan bahwa tanaman liar tersebut bisa merusak permukaan dinding dan lantai, akarnya akan menembus dan bisa merapuhkan semen. Syukurlah Vito anak saya pun mengerti. 

2. Berolahraga


Weekend waktu yang asyik untuk berolahraga. Kita terkadang bersepeda, bermain sepatu roda, berenang, atau sekadar gerak jalan ke bukit. Untungnya di daerah saya tinggal masih ada ruang terbuka hijau. 

3. Membuat kerajinan

Dari dulu anak saya senang membuat mainan dari barang bekas, kalau ada kardus atau botol bekas pasti ngga boleh dibuang. Kadang dibuat mobil-mobilan, kereta-keretaan, atau mainan apa saja sesuai imajinasinya. Kegiatan ini biasanya menjadi quality time bersama ayahnya, kebetulan kreativitas bundanya masih perlu diasah. Hehe. Mereka berhasil membuat kipas mini dari dinamo bekas kereta api mainan yang rusak, membuat miniatur dari kayu sisa (ayah jago memahat), atau bahkan membangun sesuatu dari sampah daur ulang.

4. Bermain computer games 
Anak saya senang bermain program komputer yang rumit, seperti game City skylines, Minecraft, Build the Bridge, dan lain sebagainya. Ayahnya memberikan support yang besar masalah per-gadget-an namun tentunya dengan batasan dan pengawasan yang ketat. Bermain computer games biasanya puas ketika akhir pekan, dengan durasi main yang diberikan agak lebih dari biasanya karena untuk hari sekolah pastinya tidak boleh lama-lama.


5. Bercocok tanam

Kebetulan kita ini memiliki lahan terbatas, maka untuk bercocok tanam kita lakukan dalam pot. Anak saya pernah menanam stoberi sampai pernah berbuah. Namun, cuaca di daerah kita kurang cocok untuk penanaman stroberi jadinya pohonnya jadi jarang berbuah. 

Untungnya kita tinggal di samping sekolah yang memiliki kebun hidroponik, kolam ikan, sawah dalam pot, dan lain sebagainya. Biasanya kita berkebun dan bercocok tanam di sana. Saya dan tukang kebunnya kenal baik sudah seperti saudara sendiri.


6. Memasak dan membuat kue

Nah, ini yangs seru. Anak saya suka membuat kue, mulai dari brownies, donat, sampai cupcake dia buat sendiri dengan sedikit bantuan saya. Karena masih anak-anak saya kadang menyiapkan tepung premiks agar proses menakar mudah. Hasinya pun 98% akan bagus. Untuk memasak anak saya sudah bisa membuat telur dadarnya sendiri. Bahagia rasanya karena dia bisa menikmati hasil kerja kerasnya sendiri.



Kegiatan akhir pekan bersama keluarga ini memang menjadi momen yang sangat berharga. Alhamdulillah walaupun seringnya kita menghabiskan weekend di rumah, api kita selalu berusaha untuk bersyukur dan bahagia.

Inilah kegiatan akhir pekan kita, bagaimana akhir pekanmu bersama keluarga?  💗

Comments

  1. Aku sama Marwah kalau akhir pekan sukanya baca buku bareng atau ke toko buku bareng hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah baca buku bareng itu seru banget. Anyway, Aku sama Vito udah lama ke toko buku, jadi keingetan. Jadwalkan ah. hehehehe

      Delete
  2. Membuat makanan...
    biasanya itu yang kami lakukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Membuat makanan bareng anak memang seru banget ya mba Utii. :)

      Delete
  3. Waah ibu keren ini, menghabiskan waktu berkualitas bersama anak. Sehat-sehat dan bahagia terus ya, kalian :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Teh Dy. Aamiin . Do'a yang sama untuk teteh juga. Sehat dan bahagia selalu. :*

      Delete
  4. waaaah ajak2 dong, vitooo. ksini yuk main sama kekey dan raynor ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, kita weekend-an bareng. Hehehe kaka Kekey sama Raynor nanti kita janjian yaaa...

      Delete
  5. Kalau saya dan anak-anak menghabiskan akhir pekan seringnya sih jalan-jalan ke tempat wisata dekat rumah yang murah atau gratisan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nahhh, aku juga kadang ngicer tempat yang deket dari rumah, liburannya dapet tapi tetep hemat. hehe

      Delete
  6. Aku kl wiken maunya tidur hahahaha, ibu pemalas... karena tiap hari dr senin-jumat pergi nyubuh terus, jd pengennya wiken leha2 :D
    Tapi krn ada anak maksain diri, paling ajakin ke tukang sayur & masak dirumah, kl berkebun sama bapak na welah... hihhihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbaaa, kadang kalo kita baru pulang dari luar kota pengennya wiken istirahat ga kemana-mana. Hihihi.

      Iya gpp bagi-bagi tugas sama bapak-bapaknya. Hehehe

      Delete
  7. Bercocok tanam sepertinya menyenangkan 😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya teh bercocok tanam seru banget. Apalagi anak-anak suka banget main tanah. Hehehe

      Delete
  8. Kalo udah sebesar itu enak ya bisa diajak ngapa-ngapain :D Apalagi yang bikin kue tuh, kayaknya seru :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak Ade, udah gede jadi bisa dilibatkan di banyak aktivitas. Hehehe

      Delete
  9. Hobi akuuu jalan-jalan et explore NYC sekarang..baru sadaar kalau udah mau pulaang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih ada waktu sampe 2018 mba sebelum pulang ke Indonesia, bisa puas-puasin explore NYC. Hehehe nanti kalo mampir Bandung kita explore di sini juga yaaa.

      Delete
  10. Kita juga kudu kreatip ya mak.. buat acara mingguan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak, muter otak biar ada kegiatan yang seru di akhir pekan. Hehe

      Delete
  11. Karena masih dua tahun jadi hanya main aja di rumah atau di taman sekitar rumah Saya, atau nyiram tanaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama, mba. Dulu aku juga pas Vito masih kecil banget cari aktivitasnya yang sederhana. Hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Mencintai Lingkungan Melalui Digitalisasi

Saya mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak mengotori lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar mengelola serta memilah sampah atau bahan daur ulang. Sesederhana itu! Mencintai lingkungan dan mengajarkannya kepada anak berarti kita berperan serta menjaga alam untuk warisan bagi generasi penerus. Pembiasaan akan kesadaran lingkungan sejak kecil membuat anak saya lebih sadar terhadap lingkungan, sekarang ia sudah beranjak dewasa, hal tersebut begitu melekat di dalam dirinya.  Mencintai lingkungan tentu harus dilatih sejak dini dengan berbagai cara. Pernah kah terlintas untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan melalui digitalisasi? Selain pastinya harus diajarkan secara langsung, ternyata kita juga bisa lho memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, jadi memanfaatkan minat mereka untuk tujuan edukasi adalah cara yang cerdas.