Skip to main content

Dunia Mengaji: World #QuranHour Indonesia

Ada satu waktu tepatnya pada 9 Dzulhijjah dimana jutaan umat muslim berkumpul di sebuh tempat di tanah suci bernama Padang Arafah. Mereka berkumpul dengan segala harapan dan do'a yang tercurah. Di saat itulah Allah SWT membanggakan manusia yang berada di Arafah dihadapan para Malaikat, umat Islam dari berbagai penjuru dan belahan dunia berkumpul dengan keimanan dan ketaatan mereka untuk memohon ridho Allah SWT dengan melaksanan rukun Islam yang ke-5. 


Dunia Mengaji 



Hari Arafah menjadi latar belakang tercetusnya program World #Quranhour yang mana sudah dimulai tahun lalu tepatnya pada 1437 H yang dilaksanakan secara bersamaan di berbagai negara. Ini menjadi sebuah semangat luar biasa yang ditunaikan umat Islam di seluruh dunia (yang sedang tidak melakukan ibadah hajji namun sebagian besar muslim melaksanakan shaum Arafah), dengan mengusung program dunia mengaji yaitu dengan membaca, menghayati, serta mengamalkan Al-Qur’an serentak di seluruh dunia.

World #Quranhour di Indonesia



Di Indonesia acara ini diinisiasi oleh Qordoba Qur’an, sebuah perusahaan penerbit Al Qur’an terkemuka. Qordoba merasa memiliki tanggung jawab untuk menebarkan dakwah qur’an dikalangan masyarakat secara umum. Tema besar dari acara World #Quranhour tahun ini yakni "Nation Of Compassion", tema ini diharapkan bisa menjadi inspirasi besar bagi masyarakat untuk menebarkan simpati, kepedulian, serta kasih sayang yang bersumber dari Al Qur’an, karena sesungguhnya Islam adalah Rahmat bagi seluruh alam. Diharapkan dengan mengangkat tema "Nation Of Cmpassion" dapat menjadi energi positif untuk perdamaian di muka bumi. 

Alhamdulillah program yang digulirkan kurang dari satu bulan ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Antusiasme masyarakat dari berbagai daerah khususnya dari Bandung dan sekitarnya begitu besar. Tahun lalu peserta World #Quranhour 2016 dilaksanalan di Masjid Trans Studio yang berjumlah 3.500 orang lebih. Tahun ini panitia menginformasikan acara ini secara lebih luas melalui media sosial Facebook dan aplikasi chat Whatsapp, ternyata tanggapannya sungguh diluar dugaan. Tidak kurang dari 8.500 SMS lebih masuk ke registrasi SMS Center World #Quranhour Indonesia.
Suasana Masjid Pusdai 
Di Indonesia program World #Quranhour 2017 dilaksanakan pada Kamis, 31 Agustus 2017 (9 Dzulhijjah 1438 H), bertempat di Masjid PUSDAI Jl. Diponegoro No. 63, Bandung. Acara diawali oleh Parade Tausiyah dari Ulama-ulama Jawa Barat diantaranya;  Ust. Abdul Azis Abdul Rouf lc. dan Ustadzah Mimin Aminah.


Kemudian acara utama yaitu secara serentak di seluruh dunia pada pukul 09.00 pagi pembacaan Al-Qur’an bersama sekitar 8.000 hadirin yang hadir. Setiap peserta yang hadir diberikan tugas membaca satu lembar Al-Qur'an dan diberikan waktu 15 menit untuk membaca Al-Qur'an bersamaan.


Lantunan ayat Al-Qur'an menggema, suasana begitu khidmat dan membuat haru. MasyaAllah begitu terasa getaran hati ini mendengar suara seluruh jama'ah mengalun indah membacakan ayat suci. Menjadi bagian dari World #Quranhour adalah sebuah kesempatan dan pengalaman spiritual yang tidak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat dan surat pilihan oleh Muzamil Hasbalah, Ust. Abu Rabbani, Ust. Ambiya Abu Fatin, Kembar Hafizh Hamanis. Lalu dibacakan do'a khatam Al-Qur'an bersama-sama.


Acara dilanjutkan dengan tausiyah Qur’ani dari Ust Hilman Rosyad Shihab Lc., ceramah singkat oleh Ust. Evie Effendi, dan sambutan semangat Jawa Barat cinta Qur’an dari Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar.

Saya bersama teman-teman sangat antusias menghadiri dan memenuhi undangan liputan acara World #Quranhour ini. Kesempatan yang sangat sayang untuk dilewatkan, Sungguh acara ini memberikan siraman rohani dan ketenangan jiwa bagi kita semua.

Alhamdulillah saya dipertemukan dengan ibu saya
di acara World #Quranhour ini secara tidak sengaja. 💚
Ibu saya sudah mendaftar menjadi peserta sejak lama,
sedangkan saya memenuhi undangan media.

Semoga dengan adanya acara World #Quranhour ini menjadi inspirasi semangat untuk kita semua agar kembali kepada Al Qur’an sebagai sumber perdamaian di dunia.

Comments

  1. Semoga semakin banyak ya acara seperti ini, sayang banget kemarin saya belum sempat ikutan hiks,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah udah mulai banyak acara kajian yang dikemas baik sekarang.

      Moga tahun depan teteh bisa gabung, ya.

      Delete
  2. Seru banget acaranya. Sayang banget aku gak bisa ikutan. Semoga nanti Ada acara serupa. Dan aku berkesempatan ikut. Aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Mudah-mudahan next time teteh berkesempatan untuk ikut. :)

      Delete
  3. Good job, and excellent.
    May Allah azza wa jal bless you with many succesfull,strong and sincere to be the best editor. Amiin.

    ReplyDelete
  4. Subhanallah, kok bisa pas gitu ya ibu nya teteh mau kesana juga trs taunya baru pas disana karena baru ketemu gitu ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya pas teleponan kita juga ga nyangka ketemu diantara ribuan orang. Hehehe

      Delete
  5. tahun depan dimana ya? pengen ikutaaan... :)

    ReplyDelete
  6. Iya, indah banget. Mudah2an tahun depan ada acara yang sama dan bisa ikutal lagi :*

    ReplyDelete
  7. 8500! Tahun depan kalo ada lagi bakal nambah berkali2 lipat pastinya

    ReplyDelete
  8. Sensasi auranya bikin kangen ya, Zia. Semoga masih ada umur di tahun depan untuk ikut lagi acara ini, juga dikasih kesempatan untuk ikut haji dan umroh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Teh Efi. Suasananya bikin adem hati yaa. Aamiin ya Allah.

      Delete
  9. Baca postingan ini jadi sedih. Inget iman sering turun ketimbang naiknya :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, teh. Makanya memang penting ya siraman rohani untuk jaga iman kita. Aku pun sering naik sedikit dan turunnya banyak. huhuhu :*

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Mencintai Lingkungan Melalui Digitalisasi

Saya mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak mengotori lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar mengelola serta memilah sampah atau bahan daur ulang. Sesederhana itu! Mencintai lingkungan dan mengajarkannya kepada anak berarti kita berperan serta menjaga alam untuk warisan bagi generasi penerus. Pembiasaan akan kesadaran lingkungan sejak kecil membuat anak saya lebih sadar terhadap lingkungan, sekarang ia sudah beranjak dewasa, hal tersebut begitu melekat di dalam dirinya.  Mencintai lingkungan tentu harus dilatih sejak dini dengan berbagai cara. Pernah kah terlintas untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan melalui digitalisasi? Selain pastinya harus diajarkan secara langsung, ternyata kita juga bisa lho memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, jadi memanfaatkan minat mereka untuk tujuan edukasi adalah cara yang cerdas.