Skip to main content

Tips Menghadapi Kemacetan

Memasuki musim liburan biasanya jalanan akan dipadati berbagai macam kendaraan. Saya tinggal di Bandung, pada saat seperti ini sudah dipastikan bahwa Bandung dipenuhi dengan penduduk sekitar yang berwisata dan juga para wisatawan luar kota bahkan turis asing. Bandung saat ini menjadi sentra wisata baik wisata alam, surga belanja / fashion, maupun wisata budaya.

Sebaliknya, pada saat liburan panjang seperti sekarang ini saya dan keluarga cenderung tidak menjadwalkan pergi jalan-jalan ke luar, karena jelas semua tempat wisata akan sangat padat pengunjung, yang ada nanti kita tidak bisa menikmati lokasi wisata yang kita tuju, selain itu faktor utama mengapa saya tidak memilih keluar jalan-jalan karna sudah jelas kemacetan pun terjadi dimana-mana. Maka saya dan keluarga memilih berlibur dan berkegiatan di rumah.

Tapi saat ini rasanya bukan hanya musim liburan saja jalanan macet, hari biasa pun kita tidak luput dari yang namanua kemacetan. Nah, bisa dibayangkan seperti apa macetnya jika liburan telah tiba. Kalau kemacetan sudah tidak bisa dihindari, Hmmm... Kalau begitu saya ingin share pengalaman saya membunuh kejenuhan menghadapi kemacetan ketika menggunakan kendaraan pribadi;

1. Mendengarkan musik yang bisa membangkitkan mood.
2. Menikmati minuman dan camilan selama perjalanan.
3. Jika lelah sebaiknya berhenti di area yang bisa dijadikan tempat untuk istirahat sejenak.
4. Bermain tebak-tebakan atau permainan sederhana yang menghibur jika berkendara bersama keluarga. Jadikan suasana menyenagkan.
5. Diusahakan jangan pernah mengeluh menghadapi kemacetan karena suasana hati biasanya langsung down.

Kalau jarak temput destinasi yang kita tuju itu dekat biasanya kita menggunakan kendaraan umum, karena ini bisa jadi salah satu usaha untuk mengurangi dampak kemacetan. Semoga banyak yang beranggapan sama, karena kalau kompak pasti hal ini bisa sedikit teratasi. Oh iya, saya ingat pengalaman teman saya Gitawatty Mumpuni yang pernah mengulas tentang kemacetan di blognya, ini menginspirasi saya untuk mengangkat tulisan tentang bagaimana menghadapi kemacetan. 

Comments

  1. kalau aku biasanya bawa mainan soft book atau mainan busy book atau musik atau apa gitu hihihi

    kalau kita pas macet sih masih mending ya...kalau anak2 itu loh :v :v remffffffong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya aku juga udah pasti kalo ada bocah pasti ada maenan dan gadget janga lupa powerbank kalo ga bisa ngecas dimobil. Kalo anak2 bosen ama mainan pasti larinya ke gadget. Hihihi jurus terakhir kalo udah mumet kena macet. :D

      Delete
  2. Jangan mengeluh, itu yang utama, hehe. Kalau saya selebihnya menikmati keadaan sekitar dengan berbagai macam manusia yang terlibat di dalamnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga coba bawa diri tenang, slnya kalo kitanya bete kesian orang2 di sekitar kita jadi bete juga. Hehehehehe

      Delete
  3. kalau aku baca buku mbaaa....amaaan deh ")..or ngeblog dari hp :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah ini tipsnya oke banget mba Indah. Thank you mbaa.

      Huhuhu aku selalu ga konsen ngeblog dari hp. Tapi boleh juga ini bisa dicoba ya. :)

      Delete
  4. Maceet...?
    Aku malah menikmati loo, teh.

    Aga sedikit aneh yaa..?
    Asal macetnya dalam kota Bandung siih...kl Jakarta emang empet banget.

    *nawar
    Heehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah ini unik suka menikmati macet. Kalo ga dikejar waktu atau janji aku juga lebih bisa menikmati, tapi kalo dikejar waktu suka gelisah.

      Masih adem yah mba macet di Bandung. Hihi

      Delete
  5. Paling ga suka kemacetan haha suka bete bawaaannya saya mah kalau macet wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ga bisa dipungkiri kalo macet itu pasti langsung bt ya teh. Tapi sekarang mah bisa dialihkan sambil main sosmed atau game kan suka ga kerasa ya. Hihihihi

      Delete
  6. menghadapi kemacetan paling ampuh di dunia itu adalah jangan pake mobil atau motor aja ,, diam di rumah dan nonton tv,,wuahahhahh ngaco nih komen sodara-sodara,,, salam kenal kak,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju. Mari budayakan jalan kaki, sekalian ke luar kota juga kalo bisa jalan kaki mantep banget pasti. hihihi. Balesan ngaco juga. Hmmm kayaknya berdayakan kendaraan umum oke ya dan bisa jadi salah satu solusi. :)

      Delete
  7. kemacetan paling tidur di mobil hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul deh kalo jadi penumpang enaknya tidur aja selama macet. hehehe

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Buah sebagai Camilan Sehat

sumber gambar Membiasakan pola hidup sehat salah satunya adalah dengan memerhatikan asupan makanan yang kita konsumsi. Hal yang sederhana dan enak untuk memulai hidup sehat bisa dengan camilan buah segar. Buah-buahan memberikan banyak manfaat pada kesehatan tubuh. Kita bisa membuat berbagai camilan sehat yang berbahan buah-buahan. Tahukah bahwa orang yang makan lebih banyak buah dan sayur memiliki penurunan risiko penyakit kronis? Buah-buahan dapat memberikan nutrisi penting bagi pemeliharaan tubuh. 

Sosialisasi Literasi Media Digital

Sebelum saya membahas lebih lanjut mengenai literasi media, mari kita simak apa definisinya secara umum, literasi media merupakan kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan isi pesan media (Livingstone, 2004). Saat kita perlu memahami lebih dalam mengenai literasi media khususnya yang berbasis digital. Terlebih generasi muda kita sudah sangat dekat dengan teknologi digital yang sudah berkembang pesat. Sebagai orang tua tentu kita tidak boleh ketinggalan atau kehilangan langkah kita dalam mengikuti perkembangan zaman. Anak harus tetap dalam pengawasan dan pendampingan kita dimana pun kita berada.