Skip to main content

Menjadi Orang Tua Bijak

Quote dewasa

Ya, bertambahnya usia adalah hal yang tidak bisa kita elakkan, namun kedewasaan memang sebuah pilihan. Jika dikaitkan dengan hal ini saya jadi teringat ulasan yang pernah ditulis teh Tian Lustiana di blog-nya tentang jangan takut menjadi tua.

Seiringnya bertambah usia kita pun memiliki tuntutan baru sebagai orang tua. Saya ingin sedikit membagi pemikiran sebagai orang tua yang mana gelar ini baru saya sandang selama tujuh tahun. Apa semua orang tua bersikap dewasa? Saya yakin jawabannya tidak. Orang tua yang bijaksana dan dewasa ini berlaku bagi mereka yang mau belajar dan berusaha. Saya banyak menemui orang tua di sekitar saya yang masih kekanak-kanakan, egois, bahkan bersikap tidak perduli terhadap anak-anaknya. Miris memang, namun semoga mereka sedikit demi sedikit mau belajar.

Menjadi orang tua bijakSebetulnya saya pun bukan orang tua yang sempurna, masih belajar bagaimana menjadi orang tua yang bijaksana. Karena keberadaan anak lah saya jadi terus belajar, bagi saya anak adalah salah satu guru kehidupan terbaik. Banyak hal yang tidak saya ketahui dan saya selalu berusaha mencari jawaban atas ketidaktahuan. Membesarkan anak adalah salah satu hal yang paling sulit dan menantang yang pernah saya coba lakukan. Ada banyak kesenangan dan sukacita, jelas ini adalah perkara yang tidak mudah.

Saya yakin setiap keluarga itu memiliki pandangan yang berbeda, budaya membesarkan anak tidak lah sama. Beberapa orang tua membersarkan anak-anaknya di tempat yang indah dan sehat. Lainnya dibesarkan di rumah yang penuh cinta dan kehangatan keluarga. Beberapanya memiliki cara terbaik masing-masing dalam pengasuhan. Kita tahu bahwa sebagian lainnya tidak begitu dan mungkin kurang beruntung.

Pendekatan orang tua kepada anak-anaknya tentu tidaklah sama. Idealnya, kita semua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak. Saya masih harus terus belajar banyak. Beberapa dari apa yang telah saya pelajari pernah melalui kegagalan dan beberapanya bisa dibilang berhasil. Saya harap saya bisa menjadi orang tua yang bijak bagi anak saya. Sebelum saya mengajarkan kebijaksanaan kepada anak, tentu saya dituntut untuk mengerti apa itu bijaksana. Saya harus menjadi contoh yang baik bagi anak saya. 

Beberapa hal penting yang harus saya ajarkan kepada anak, diantaranya;
  • Mengajarkan anak untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga, dan lingkungan.
  • Memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar dari rasa kecewa karena hidup tidak selalu mulus.
  • Mengajarkan bagaimana bersimpati dan berempati.
  • Memberikan pemahaman tentang sikap, toleransi, dan menghargai.

Pendidikan karakter terhadap anak bisa tercapai apabila kita sebagai orang tua bisa memberikan teladan yang baik untuk anak, karena anak adalah cerminan orang tuanya. Semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang dewasa dan bijaksana.

Comments

  1. setelah punya anak, anak menjadi tempat kita belakar menjadi org tua bijak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba Santi, anak lah yang jadi poros untuk kita berlaku semakin bijak. :)

      Delete
  2. Sepertinya harus berlatih menjadi bijak sejak belum menikah nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baiknya seperti itu jadi pribadi yang matang sebelum menikah. hehe. :)

      Delete
  3. Kadang Marwah yang mengajarkan saya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, teh. Betul deh, Vito juga sering mengajarkan saya banyak hal. :*

      Delete
  4. Iya, kita sebagai orang tua kudu mengayomi.

    ReplyDelete
  5. Yap, mengajarkan mereka sesuatu, setelah itu secara gak sengaja anak ngajarin kita hal baru lewat celotehannya.

    Salam,
    Shera.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang kepolosan anak melalui celotehnya bisa bikin kita jadi berpikir, ya. Hehe.

      Delete
  6. Orang tua.. adalah guru pertama seorang anak :)
    Semoga kedepannya makin bijaksana ya mba jadi orang tua. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, pada saat mereka lahir, mereka langsung mengajarkan kita banyak hal. :)

      Delete
  7. menjadilah orang tua yang baik dan berguna untuk anak"nya :)

    ReplyDelete
  8. Pas lagi bw ke sini, radio yang aku puter lagi bahas pola asuh anak juga. Kebetulan sekali ya.
    Jadi ortu emang ga ada sekolahnya. So, emang kudu belajar terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kebetulan banget ya, teh. Betul sekali ilmu parenting itu ngga ada sekolahnya. Anak jadi tutor kita secara ngga disadari. :)

      Delete
  9. Baru sadar, teh...
    Kalau menjadi orang tua adalah proses pembelajaran tanpa henti.

    Salut sama para mom blogger yang konsisten menulis portofolio perkembangan anak (*menatap berbinar teh Zia)


    Love u, mam...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Lendy sayang. Betul-betul pembelajaran yang terus diemban sampai lanjut usia, walaupun anak-anak sudah pada besar atu suatu saat nanti menikah kita tetep harus bisa belajar terus jadi orang tua yang bisa menempatkan diri kita diantara anak.

      Aku juga masih harus banyak belajar, mba. Hehehe

      Aihhh ditatap mba Lendy jadi malu. hihihi. Makasih ya mba :)

      Delete
  10. Woow..seneng kalo dah bahas masalah anak, pertama kali ngeblog aku ga henti2 nulis perkembangan anak.
    Sekarang anaknya dah abege, menolak diceritain hahah..

    Menjadi ortu memang ga gampang, butuh belajar sepanjang hidup. Yang terpenting ya memberikan contoh tanpa banyak bicara *itu pola asuhku hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang bahas masalah anak ga akan ada habisnya ya, teh. Wah curiga Vito bujang nanti udah ga mau dibahas jadi topik pembicaraan di blog. Hahahaha

      Jadi ortu itu belajar terus dari anak bayi sampe mereka udah dewasa. :)

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Mencintai Lingkungan Melalui Digitalisasi

Saya mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak mengotori lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar mengelola serta memilah sampah atau bahan daur ulang. Sesederhana itu! Mencintai lingkungan dan mengajarkannya kepada anak berarti kita berperan serta menjaga alam untuk warisan bagi generasi penerus. Pembiasaan akan kesadaran lingkungan sejak kecil membuat anak saya lebih sadar terhadap lingkungan, sekarang ia sudah beranjak dewasa, hal tersebut begitu melekat di dalam dirinya.  Mencintai lingkungan tentu harus dilatih sejak dini dengan berbagai cara. Pernah kah terlintas untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan melalui digitalisasi? Selain pastinya harus diajarkan secara langsung, ternyata kita juga bisa lho memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, jadi memanfaatkan minat mereka untuk tujuan edukasi adalah cara yang cerdas.