Skip to main content

Resolusi Tahun Baru

Memasuki tahun baru orang sering berbicara tentang resolusi. Apa itu resolusi? Resolusi tahun baru sebenarnya merupakan tradisi sekuler bagi orang-orang barat, namun saat ini masyarakat di seluruh dunia berlomba-lomba membuat resolusi pada saat detik-detik akhir tahun. Resolusi tahun baru selayaknya sebuah janji diri untuk mengawali tahun baru yang akan dijajaki.

Berikut adalah resolusi tahun baru yang populer di kalangan masyarakat:
  •  Meningkatkan kesehatan jasmani
  1. Konsumsi makanan sehat
  2. Menurunkan berat badan
  3. Berolahraga teratur
  4. Tidak minum alkohol
  5. Berhenti merokok
  6. Memberlakukan pola hidup sehat
  • Meningkatkan spiritual
  1. Lebih dekat dengan Tuhan
  2. Lebih giat beribadah
  3. Meninggalkan hal-hal yang menjauhkan diri dari Tuhan
  • Meningkatkan kesehatan mental
  1. Selalu berpikir positif
  2. Lebih sering tertawa
  3. Menikmati hidup
  •  Meningkatkan finansial
  1. Terbebas dari hutang
  2. Membiasakan menabung
  3. Melakukan investasi bertahap
  • Meningkatkan karir dan bisnis
  1. Melakukan pekerjaan yang lebih baik
  2. Lebih disiplin dan teratur
  3. Mencari pekerjaan yang lebih baik
  4. Membangun bisnis mandiri
  • Meningkatkan segi edukasi
  1. Belajar lebih giat
  2. Mendapatkan nilai yang lebih baik
  3. Sekolah ke jenjang yang lebih tinggi
  4. Belajar hal yang baru seperti musik atau bahasa asing
  5. Lebih banyak membaca buku
  • Meningkatkan diri dan kepribadian
  1. Mendisiplinkan diri
  2. Mengurangi stres
  3. Disiplin waktu
  4. Tidak pemarah
  5. Lebih mandiri
  6. Mengurangi nonton TV dan bermain game
  7. Lebih bersosialisasi
  8. Perduli terhadap lingkungan
  • Meningkatkan target hidup
  1. Melancong ke luar negeri
  2. Bertunangan
  3. Menikah
  4. Memiliki anak
  5. Meluangkan waktu berkualitas untuk keluarga
Resolusi tahun baru seperti sebuah rencana perjalanan hidup untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari pada tahun-tahun sebelumnya. Beberapanya telah menerapkan resolusi ini dengan baik dan berhasil. Bagaimana dengan Anda, sudahkah beresolusi?
  

Comments

Popular posts from this blog

OTW Sushi: Kedai/Resto Kuliner Jepang dengan Harga Terjangkau dan Bahan Berkualitas

Kuliner Jepang saat ini semakin digandrungi di Indonesia. Kepopulerannya sejalan dengan bertumbuhnya minat terhadap musik (J-pop/ J-rock), anime, dorama, manga, budaya, dan bahasanya. Semua hal yang berbau Jepang di Tanah Air meningkat cukup signifikan. Bahkan restoran dan cafe saat ini banyak mengusung tema Jepang, menawarkan banyak pilihan makanan dan menghadirkan nuansa Negeri Sakura. Kalau mau buka bisnis, marketnya juga ternyata cukup luas di berbagai kalangan.  Kembali lagi bahas seputar kuliner Jepang, saya mau kasih rekomendasi salah satu kedai/ resto Jepang favorit saya sejak 2015-an, namanya OTW Sushi. 

Nostalgia dengan Taman Bacaan Tertua di Bandung (TB Hendra)

Disadari atau ngga, waktu cepet banget berlalu. Flashback ke puluhan taun lalu, saat saya masih SMA suka banget main ke radio-radio dan taman bacaan yang ada di Bandung. Waktu itu belum ada sosial media dan circle/ komunitas online, waktu luang dan main banyaknya ya ngebolang. Dari dulu hobby baca buku, novel, dan komik. Ngga ada gawai, jadi di angkutan umum pun ya baca buku, apalagi perjalanan sekolah saya sangat panjang (rumah di Bandung Timur - sekolah di Bandung utara) seringnya dimanfaatkan dengan baca buku. Ngomong-ngomong tentang baca buku, dulu tongkrongan yang dicari di Bandung itu taman bacaan. Bagi saya pribadi ada salah satu tempat yang cukup melekat, Taman Bacaan Hendra (TB Hendra). Waktu itu kalau mau baca masih ngantri banget, seiring waktu dan perkembangan zaman, dengan adanya smartphone , perlahan taman bacaan mulai melengang. Selain karna pergeseran zaman, minat baca pun banyak yang berpindah ke gadget , sebagian orang memilih membaca di ebook, tapi saya tetap lebi...

Mencintai Lingkungan Melalui Digitalisasi

Saya mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan dari hal yang paling sederhana, yaitu tidak mengotori lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar mengelola serta memilah sampah atau bahan daur ulang. Sesederhana itu! Mencintai lingkungan dan mengajarkannya kepada anak berarti kita berperan serta menjaga alam untuk warisan bagi generasi penerus. Pembiasaan akan kesadaran lingkungan sejak kecil membuat anak saya lebih sadar terhadap lingkungan, sekarang ia sudah beranjak dewasa, hal tersebut begitu melekat di dalam dirinya.  Mencintai lingkungan tentu harus dilatih sejak dini dengan berbagai cara. Pernah kah terlintas untuk mengajarkan anak mencintai lingkungan melalui digitalisasi? Selain pastinya harus diajarkan secara langsung, ternyata kita juga bisa lho memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. Anak-anak zaman sekarang sangat akrab dengan teknologi, jadi memanfaatkan minat mereka untuk tujuan edukasi adalah cara yang cerdas.