Tidak pernah terbayang bahwa Allah akan memberikan saya amanah seorang anak di usia 22 tahun. Menurut saya ini terbilang usia muda, karena kebanyakan dari teman-teman sebaya saya masih menikmati masa-masa mudanya dengan penuh suka cita, seperti melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi atau bahkan mulai meniti karir yang mereka cita-citakan. Lalu, apa karena memiliki anak saya tidak menikmati masa-masa muda saya? Pemikiran tersebut hanya sekelibat bayangan saja, karena pada kenyataannya memiliki anak adalah anugrah yang luar biasa, pelajaran yang Allah berikan melalui perjalanan hidup yang saja jalani tentu penuh dengan keringat, air mata haru, dan perjuangan. Ini adalah pengalaman yang berharga dan tidak tergantikan oleh masa.