23 October 2017

Pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga

Saat ini masalah sampah sudah menjadi ancaman yang serius. Apabila tidak bisa kita atasi dengan baik maka beberapa tahun ke depan hal ini jelas akan mengancam generasi penerus kita. Tentu masalah ini perlu kita cari solusinya.

Pada Selasa (1710) PT. Sumber Alfaria Triaya Tbk (pengelola ritel modern Alfamart) mengundang Rumah Kreatif Indonesia untuk menggelar workshop pemanfaatan limbah rumah tangga yang bertempat di Rumah Albi Toko Kosar Ciambe, Bandung. Kegiatan ini pun diikuti oleh warga setempat dan PKK sekitar Kelurahan Pasir Endah, Bandung.



Bapak Muhammad Afran selaku Kordinator Komunikasi Jawa Barat dari PT. Sumber Alfaria Triaya Tbk membuka acara pelatihan ini dengan memberikan sambutan hangat sebagai penyemangat untuk para peserta yang ikut berpartisipasi.

Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah, sebagai berikut:
1. Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.
2. Menciptakan produk yang memiliki nilai jual.
3. Mengembangkan kreatifitas yang lebih inovatif.
4. Membangun masyarakat yang produktif
5. Memunculkan produk unggulan daerah. 

Menyimak cara membuat
gantungan kunci
berbahan koran bekas
Narasumber yang didatangkan langsung diantaranya ada Kang Heru Heruman pemilik Bank Sampah Pucuk Resik Tasik dan Mas Arigami selaku founder Rumah Kreatif Indonesia. Pada kesempatan ini para peserta diajak untuk membuat kreasi kerajinan dari koran bekas. Sebetulnya ada banyak bahan barang bekas yang bisa dibuat kerajinan seperti plastik, ban bekas, atau sisa limbah sayuran (seperti pelepah atau kulit bawang). Namun, untuk pengenalan dasar dengan waktu yang terbatas, pemanfaatan kertas koran bekas lebih tepat.

Semangat ibu-ibu PKK
membuat kreasi kerajinan
dari kertas koran
Ibu-ibu rumah tangga mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Mas Ari memberikan contoh dan instruksi kepada ibu-ibu. Kali ini Mas Ari mengajarkan cara membuat gantungan kunci, hiasan pensil, dan miniatur lebah.

Hasil kreasi ibu-ibu PKK
Semua berhasil membuat gantungan kunci berbentuk ikan dan hiasan pensil bentuk sendal. Terakhir Mas Ari memberikan tips pewarnaan dengan menggunakan cat kayu yang dicampur dengan air dan pasta cokelat. 

Variasi tas yang saya pegang
ini dibuat dari kantong plastik
daur ulang.

Dari sekian banyak keasi kerajinan, ada satu yang membuat saya tercengang. Mas Ari dan kawan-kawan berhasil membuat karya berkelas dan fashionable yaitu tas pria dan wanita yang disulap dari plastik bekas dengan paduan kulit menjadi salah satu master piece yang dibuat oleh Rumah Kreatif Indonesia, bahkan kabarnya tas ini sudah ditawar oleh Gucci karna inovasi go green 3R.

Perjalanan Rumah Kreatif Indonesia dan Alfamart sebagai fasilitator tidak sampai di sini. Diharapkan ibu-ibu PKK bisa mengembangkan ilmu dari hasil pelatihan ini. Bahkan mas Ari meminta ibu kepala RT untuk secara serius membentuk kelompok agar ilmu ini bisa diaplikasikan dan dikembangkan menjadi industri kreatif rumahan.

Alfamart pun menggelar pelatihan serupa di beberapa wilayah di Indonesia dengan agar Indonesia bisa mendapatkan solusi dan jalan keluar mengenai masalah sampah melalui pemanfaatan limbah rumah tangga mulai dari kelompok terkecil yang diharapkan akan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

7 comments:

  1. sebenernya bener ya limbah bisa dimanfaatkan jika kreatif hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, teh, semua sampah daur ulang bisa dimanfaatkan jadi barang bernilai ternyata.

      Delete
  2. Ini salah satu pelatihan yang sangat bermanfaat ya zia..aku juga pengen belajar bagaimana caranya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalo ada waktu aku coba bikin cara buat gantungan kunci dari koran bekas ya, mba. Hehehe

      Delete
  3. Hanjakal saya nu motona.. jadi aja ga keliatan kalau saya juga ada disitu..hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe. Kan Teh Yulia mah wareng dipoto ku saya di bawah pohon tea. :D

      Delete
  4. Pelatihan seperti ini sangat saya sukai,semoga kedepan ada di Lamongan

    ReplyDelete