15 July 2017

Selalu Ada Opor Ayam dan Cerita Istimewa di Hari Raya


Setiap hari raya pasti selalu ada cerita istimewa, seperti Idul Fitri tahun ini yang punya cerita lain dari biasanya. Orang tua saya bukan tipikal orang tua pada umumnya, di pagi hari setelah shalat Ied mereka tidak akan menunggu anak-anaknya menelepon duluan. Baru saja saya mau menghubungi mereka, eh ternyata ponsel saya sudah duluan berdering ada panggilan masuk dari mama dan papa saya, dengan penuh kehangatan mereka mengucapkan "Taqaballalahu minna wa minkum" di telepon. Menurut orang tua saya, siapa pun yang meminta maaf duluan, ini bukan tentang siapa yang salah atau benar, intinya adalah kita harus saling memaafkan dan mendo'akan dengan ikhlas kepada sesama apalagi keluarga atau saudara. 💛

Hari raya memang menjadi momen yang dinanti, hari dimana keluarga dan kerabat bisa saling bersilaturahmi, berbagi, dan berbahagia bersama. Lebaran hari ke-3 tahun ini alhamdulillah keluarga besar berkesempatan untuk berkumpul di rumah saya sekalian ada acara syukuran.

Sebagian keluarga saya berfoto bersama di momen Idul Fitri 1438 H.
Rasanya belum afdol kalau belum foto keluarga di hari raya. 😀

Setiap hari raya, saya biasanya menghidangkan menu masakan yang istimewa. Jadi, pada momen Idul Fitri atau hari spesial lainnya saya selalu memasak menu kesukaan keluarga, satu yang tidak boleh ketinggalan tentu saja opor ayam dan ketupatnya. Lebaran sekarang adalah pertama kalinya saya masak besar karena banyak keluarga yang akan datang. Saya memasak untuk sekitar 30 orang seorang diri. Rasanya campur aduk, lelah tapi luar biasa bahagia. Menu utama yang saya hidangkan adalah opor ayam dan ketupat.

Cerita di balik OPOR AYAM...

Di balik opor ayam yang saya masak ada banyak cerita 😎. Jujur, untuk urusan masak-memasak saya terbilang teliti dan hati-hati. Memasak opor ayam berarti saya jelas memerlukan bahan utamanya berupa ayam potong segar. Saya selalu mencari ke pasar dan memilih tempat jual ayam potong segar yang tempatnya bersih, ayamnya sehat, penyembelihannya benar, pembersihan dan penyimpanannya baik. 

Saya mungkin memang agak cerewet, selalu ingin memilih daging ayam potong segar yang baru disembelih. Kenapa? Karena ayam segar biasa tidak bisa bertahan lama di udara terbuka, jika saya membeli yang sudah lama disembelih maka resiko berkembangnya bakteri atau mikroba kemungkinannya akan semakin besar dan ayam akan cepat busuk. Pokoknya saya menghindari membeli daging ayam yang sudah lama disembelih atau yang terlihat dihinggapi lalat, karena lalat ketika menempel di permukaan daging ayam akan langsung menelurkan calon larvanya. Ini bisa bahaya jika dikonsumsi. 😩

Selain itu, saya hanya memilih ayam potong dengan bagian paha dan dadanya saja, terkadang saya meminta tukangnya untuk memotong ayam seukuran sedang dan membuang bagian ujung sayapnya. Namun, jika di tukang ayamnya sedang ramai saya pesan alakadarnya dan dibersihkan serta dipotong kembali di rumah, seperti membersihkan kembali kulitnya dan memotong bagian yang saya tidak suka, itu yang kadang membuat saya malah jadi dua kali kerja. Hanya tentu saja saya tidak boleh mengeluh, harus melakukannya dengan hati yang tulus dan memasaknya dengan penuh cinta supaya masakan yang saya buat lezat. Hehehe.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat mengalami pengalaman yang cukup menegangkan seputar ayam-ayaman ini. Sehari sebelum Lebaran saya mencari ayam potong segar di tempat langganan, ternyata kehabisan. 😭 Saya benar-benar agak kalut karena belum mendapatkan ayam potong untuk menu opor ayam besok. Masih penuh harapan dan keyakinan, saya pun mampir ke minimarket dekat rumah berharap masih ada ayam utuh beku yang masih tersisa, walaupun resikonya saya harus memotongnya sendiri dan akan ada banyak bagian ayam yang terbuang saya pasrah.

Tiba-tiba saya tertuju pada satu box freezer yang berisi ayam potong beku. Wah, ternyata ini adalah salah satu produk dari So Good. I was totally super excited! 😻 Saya senang bukan kepalang dan bersyukur bisa mendapatkan ayam potong yang sesuai dengan keinginan saya.
Sebetulnya ada beberapa jenis So Good ayam potong yang tersedia. Hanya karena saya mau memasak opor, maka saya pun langsung memilih So Good ayam potong dada dan paha dengan potongan premium, ini bagai pepatah "pucuk dicinta  💘 ulam pun tiba". Hehehe. Saya bersyukur tidak perlu memotong atau membersihkannya lagi karena So Good ayam potong ini sudah siap masak. InsyaAllah saya percaya dengan higienitasnya, karena ayam beku segar jelas akan tetap terjaga kualitasnya dibandignkan ayam potong yang banyak dijajakan di pinggir jalan yang kemungkinan besar tekena debu serta udara sepanjang hari yang tentu akan mudah terserang mikroba dan cepat busuk. Akhirnya saya mendapatkan ayam beku segar untuk menu opor ayam untuk hari raya Idul Fitri.

Proses IQF
So Good ayam potong ini sudah melalui proses pembekuan berteknologi canggih IGF (Individually Quick Frozen), proses inilah yang menjaga kualitas ayam tetap segar. Teknologi IQF ini menghasilkan ayam beku sempurna dalam waktu 45 menit pada suhu -35 derajat Celcius, menghambat pertumbuhan mikroba atau bakteri yang kualitas kesegaran, kebersihan, cita rasa, dan gizi yang tetap terjaga. Selain itu tidak membuat potongan ayam lengket satu sama lain, ini dapat mempermudah pemilihan potongan ayam yang akan dimasak.

Saya tidak khawatir atau ragu membeli ayam beku segar karena saya bisa melihat ciri apakah ayam potong tersebut masih segar atau tidak, ini akan terlihat dari fisiknya. Saya bisa sekalian memberi tips memilih ayam beku segar, jadi setelah dikeluarkan dari freezer biarkan dulu di suhu ruangan atau rendam ayam beku dalam air biasa sampai ayamnya mendapati suhu normal. Akan terlihat beberapa ciri apakah ayam tersebut sudah dalam keadaan tidak baik atau masih terjaga kualitasnya, berikut ciri-cirinya;


Ciri-ciri daging ayam segar:
  • Warna kulitnya putih kekuningan (semu merah muda) dan bersih.
  • Dagingnya berwarna cerah.
  • Apabila disentuh tidak lengket.
  • Jika permukaan daging ditekan dengan jari akan kembali seperti semula.
  • Aroma daging tidak menyengat atau berbau.
  • Tidak ada tanda memar atau membiru, ini menandakan ayam tersebut sehat.

Jika membeli di tempat ayam potong pinggiran harus memilih tempat yang terpercaya, karena selalu saja ada pedagang "nakal" yang menjual ayam tiren (mati kemaren) dengan iming-iming harga yang relatif lebih murah. Hati-hati juga karena ada penjual yang menggunakan obat pengawet untuk dagingnya. Kita harus jadi pembeli cerdas dan waspada, jangan sampai kita dirugikan orang lain apalagi masalah sesuatu yang kita konsumsi.

Sumber gambar 
Ciri-ciri daging ayam yang sudah tidak segar:
  • Warna daging pucat kekuningan dan ada bagian yang membiru keunguan.
  • Pada ujung sayap berwarna gelap.
  • Aromanya tajam cenderug bau.
  • Permukaan kulitnya lengket.
  • Dagingnya lembek (tidak elastik setelah ditekan).

Ada pedagang yang menggunakan kunyit untuk membuatnya berwarna cerah kekuningan dan menghilangkan baunya. Namun, kita perlu lebih teliti lagi dan melihat ciri-cirinya dengan saksama. Mengapa ayam tiren berbahaya? Saya mengutip teori ilmiah mengenai bahaya mengkonsumsi ayam tiren (bangkai) dari blog https://dityaambar.wordpress.com. "Menurut Ayres et al (1980) jika pada bangkai ayam bakteri penyebab pembusukan sudah mencapai lebih dari 10 juta/cm2 mulailah tercium bau busuk, disusul dengan permukaan berair pada daging ayam, cairan tersebut akan menjadi putih atau krem dan terakhir menjadi lendir. Berdasarkan penelitian, lebih dari 300 jenis mikroorganisme berhasil diisolasi dari daging yang mengalami pembusukan, lebih dari 100 adalah bakteri asam laktat, kurang dari 100 mikrobakteria, 70 biakan jamur dan 40 biakan mikrokoki. Dari beberapa penelitian diketahui bahwa genus yang mendominasi pembusukan daging adalah Pseudomonas, Flavobacterium, Micrococcus, Bacillus, Streptococcus, Lactobacillus (Jay, 1978)." Dalam jangka pendek bisa menyebabkan mual, muntah, atau diare. Sedangkan dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti typhus, paratyphoid, dsbUntuk itu menurut saya akan lebih aman membeli ayam segar seperti dengan ciri-ciri yang sudah dijelaskan di atas.

Acuan waktu ayam segar:
  • Ayam segar biasa (hanya tahan sekitar 4-6 jam setelah dipotong).
  • Ayam segar dingin (tahan sekitar 24 jam, dimasukkan dalam lemari pendingin).
  • Ayam segar beku (tahan untuk beberapa hari jika disimpan dalam suhu beku yang tepat).
Alhamdulillah, untuk masakan opor saya mendapatkan ayam segar beku dari So Good Premium yang mana kesegarannya bisa bertahan lama selama So Good ayam potong dibekukan dibawah suhu -18 derajat Celsius.

Memasak itu sebetulnya mudah, datanganya dari kemauan dan cinta. Hehehe. Oh iya, saya juga mau berbagi resep cara membuat opor ayam spesial hari raya.


Resep opor ayam 😋
(untuk satu kilo ayam)

Bahan-bahan yang diperlukan:

1 kg So Good ayam potong
1/2 kg telur rebus kupas
1000 ml air
500 ml santan
1 batang serai (dimemarkan)
3 lembar daun salam
5 sdm. minyak (untuk menumis)
Bawang merah iris goreng (untuk taburan)



Bumbu-bumbu yang dihaluskan:

5 biji kemiri
6 siung bawang putih
3 siung bawang merah
Setengah ruas kunyit (opor ayam kuning, jadi saya menambahkan kunyit)
2 sdm. garam
1 sdm. gula putih
1 sdt. lada
1 sdt. ketumbar

Cara membuat:
  1. Goreng ayam setengah matang lalu tiriskan.
  2. Kemudian tumis bumbu halus sampai matang dan harum (bumbu yang tidak matang bisa menyebabkan masakan cepat basi dan kalau kata ibu saya jadi kurang menonjol rasanya)
  3. Masukan batang serai dan daun salam.
  4. Masukan ayam dan telur rebus kupas ke dalam bumbu halus yang sudah ditumis matang, kemudian aduk sebentar.
  5. Tambahkan air, setelah mendidih masukan santan secara perlahan sambil diaduk. 
  6. Tambahkan garam dan gula sesuai selera. 
  7. Masak di api sedang sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah. 
  8. Tunggu sampai matang dan kuah opor menyerap ke daging ayam. 
  9. Setelah matang, sajikan opor ayam di mangkuk.

 Opor ayam sederhana ala saya  😄

Untuk 1 kg ayam bisa disajikan untuk sekitar 8-10 orang, jadi saya memasak sekitar 3 kg ayam untuk 30 orang. Sengaja saya tambahkan telur rebus supaya bisa memilih jika tidak mau makan ayam bisa makan dengan opor telur.

Menu masakan favorit di hari raya 😋
Untuk pelengkapnya saya membuat acar, emping, dan juga sambal goreng kentang. Alhamdulillah semua keluarga makan opor ayam dan ketupatnya dengan lahap. Lebaran serta syukuran tahun ini berjalan lancar walaupun sempat was-was karena tidak mendapatkan daging ayam potong di tempat langganan, hikmahnya saya mendapatkan So Good ayam potong yang sangat praktis dan memudahkan saya mengolah menu opor ayam spesial untuk hari raya. 💖


"Terima kasih So Good ayam potong, it's definitely so good." 👌

***

#BPNxSOGOOD  #RamadhanSoGoodAyamPotong 

22 comments:

  1. Maaf lahir batin ya teh 🙏🙏

    Ngomongin ayam , aku paling suka makan ayam bagian paha atas karena banyak kulitnya hahaha baru tau loh so good punya varian ayam potong. Lebih safety kemasan gitu kayaknya ya teh, ketimbang yang nggak dibungkus ayamnya. Mau coba ah 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf lahir batin juga, Nesa.

      Iya ada banyak variannya, kalo suka potongan paha bisa bela So Good ayam potong utuh jadi dari mulai paha atas, dada, dan sayap ada juga.

      Aku suka banget masak pake So Good ayam potong, praktis pisan. Hehehehe

      Delete
  2. Jadi pengin nyobain opor bikininan Teteh deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh banget, Teh. Hehehe Nanti ya kalo aku masak lagi. Hehehe

      Delete
  3. mauuu cobain opor ayamnya :)..pasti istimewaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nanti kalo pulang ke Indonesia ya mba. Istimewa karena masaknya pakai cinta. Hihihi

      Delete
  4. Lumayan membantu saat pasca lebaran, pasar masih tutup jadi stok so good di kulkas aja yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba, bisa simpan untuk stok, kalau mau masak ayam ga usah repot lagi. :)

      Delete
  5. wah, lebaran yang seru dan lezat ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah selalu spesial, Teh. :)

      Delete
  6. opor ayamnya praktis pakai so good...bisa dicoba ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Praktis dan higienis, Mba. Boleh banget dicoba. :*

      Delete
  7. Aduh kabita... memang opor selalu dirindukan kalau pas lagi lebaran. Gak ada opor gak asyik ya lebarannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di keluargaku kalo lebaran ga ada opor rasanya kurang lengkap. hihihihi

      Delete
  8. Wah aku kakau so good ayam ini plok hanya digoreng, ternyata bisa dibkn opor juga yahh
    Sip nanti aku coba ah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Favorit Vito, Jen, ayamnya diungkep sebentar terus langsung digoreng. Diopor atau dibikin hidangan yang lain juga bisaaa. :)

      Delete
  9. biasanya tiap tahun jg bikin opor ayam..thn ini malah ga bikin...duh jd pengin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebetulan saya setiap lebaran masaknya opor ayam. Hehehe. Bikin ka Anna, ga repot kalo pake So Good ayam potong. hehe :)

      Delete
  10. ayam potong so good ini memang keliatan selalu segar ya...
    Biasanya kami makan ketupat itu opor ayam plus rendang daging sapi :)

    ReplyDelete
  11. Karena semua semakin dimudahkan, ndak ada alasan lagi buat ribet mau masak :D

    ReplyDelete